Inkubator Turunkan Risiko Gagal UMKM hingga 90 Persen

Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Riza Damanik mengatakan inkubator bisnis sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha dan mengurangi risiko kegagalan bagi bisnis rintisan. Ia menyampaikan hal ini dalam Islamic Financial Dialogue di Jakarta pada hari Rabu.

Menurut dia, proses inkubasi yang dilakukan dengan benar bisa menurunkan risiko kegagalan UMKM rintisan hingga 80-90 persen. Angka ini sudah terbukti di negara-negara seperti Afrika Selatan, Selandia Baru, dan Jerman.

“Dengan mengurangi risiko ini, otomatis akan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan, mitra strategis, dan pasar. Mereka jadi lebih mau bekerja sama dengan UMKM kita,” ujar Riza.

Riza menekankan inkubasi bukan hanya sekadar memberi pendampingan biasa. Ini adalah strategi inti pemerintah untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan keamanan investasi. Inkubasi, kata dia, menjadi tempat pelatihan untuk memperbaiki model bisnis, manajemen keuangan, dan pola pikir wirausaha UMKM sebelum mereka masuk ke pasar yang kompetitif.

Saat ini, ada 754 inkubator di seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di Kementerian UMKM. Sebagian besar berada di Pulau Jawa. Dari jumlah tersebut, 17 inkubator masuk dalam kelas A, dan sisanya berada di kelas B dan C.

“Harapannya, mereka bisa menjadi perpanjangan tangan kita agar risiko kegagalan UMKM bisa diminalisir sejak awal,” tuturnya.

Menurut dia, inkubasi juga bertujuan membekali UMKM supaya bisa memperluas usahanya. Mereka dibantu untuk memperbanyak jaringan dan mencapai pasar yang lebih luas. Ini akan otomatis menciptakan lapangan kerja yang stabil dan berkualitas.

Kementerian UMKM menjalan dua program untuk mendukung pengembangan inkubasi. Pertama adalah Prokesra, yang bertujuan menciptakan 10 juta tenaga kerja dan wirausaha lewat pelatihan serta pendampingan yang lebih baik.

MEMBACA  Nikmati APY hingga 4%

Kedua adalah Bursa Wirausaha Unggulan, sebuah ekosistem di tahap akhir inkubasi. Program ini menyediakan fasilitas antara lain pembiayaan, bootcamp, dan perluasan pasar.

Tinggalkan komentar