Asia Tenggara semakin cepat beralih ke sistem pembayaran tanpa uang tunai. Pembayaran digital dan non-tunai sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hal ini didorong oleh program inklusi keuangan, inovasi digital, peraturan yang mendukung, dan kebiasaan konsumen yang berubah. Negara-negara di kawasan ini mengalami pertumbuhan yang kuat dalam penggunaan kartu dan pembayaran digital.
Taiwan tetap menjadi salah satu pasar pembayaran terkemuka di Asia. Pasar pembayaran kartu di Taiwan diperkirakan mencapai sekitar 117,7 miliar dolar AS pada tahun 2026. Pertumbuhan ini didukung oleh tingkat pertumbuhan tahunan sekitar 12,7% antara tahun 2021 dan 2025. Ekspansi ini didorong oleh bank digital, penghentian kartuç£ stripes, dan kemunculan pembayaran tanpa kontak. Mulai Juli 2026, |kartu kredit dan dompet elektronik akan diterima di lebih banyak tempat. Pemasangan mesin EDC yang meningkat akan membantu usaha kecil dan menengah menerima transaksi digital dengan lebih mudah.
Insentif Bank Dorong Pengurangan Uang Tunai di Thailand
Thailand juga perlahan beralih ke transaksi tanpa uang tunai. Meskipun penggunaan kartu masih relatif rendah dibandingkan negara maju, sektor ini diperkirakan akan terus berkembang hingga akhir dekade ini. Bank-bank mendorong penggunaan kartu melalui program hadiah, cashback, diskon, dan cicilan. Insentif ini, ditambah dengan tumbuhnya kelas menengah dan populasi muda yang melek digital, semakin memperkuat permintaan. Kebijakan untuk menjaga stabilitas keuangan rumah tangga, seperti Keringanan cicilan bagi nasabah, juga bisa membantu menjaga belanja konsumen.
Peraturan Baru Dorong Pembayaran Elektronik
Pembayaran kartu di Hong Kong terus diuntungkan oleh infrastruktur pembayaran yang matang dan kebiasaan konsumen yang menyukai transaksi digital. Semakin banyak konsumen memilih kartu kredit karena kemudahan, hadiah, dan opsi pembayaran yang fleksibel. Perkembangan peraturan juga memperkuat adopsi pembayaran elektronik. Mulai April 2026, semua taksi di Hong Kong diharuskan menyediakan opsi pembayaran elektronik, seperti pembayaran lewat QR code, kartu debit, kartu kredit, dan Octopus. Karena transaksi sehari-hari semakin meninggalkan uang tunai, dompet elektronik dan teknologi tanpa kontak diprediksi akan memainkan peran yang lebih besar.
Target Ambisius Vietnam
Sementara itu, Vietnam menetapkan target yang ambisius untuk beberapa tahun ke depan. Mereka ingin transaksi tanpa uang tunai mencapai 30% dari PDB pada tahun 2030. Instansi pemerintah dan regulator bekerja untuk mempercepat inklusi keuangan melalui kebijakan yang lebih baik. Mereka ingin meningkatkan konektivitas antar lembaga keuangan serta infrastruktur digital. Upaya juga difokuskan untuk memperluas akses layanan perbankan di daerah pedesaan dan meningkatkan keamanan keamanan informasi serta perlindungan konsumen.
Dengan pemerintah, bank, dan penyedia teknologi yang terus berinvestasi dalam infrastruktur, transisi Asia Tenggara menuju ekonomi tanpa uang tunai tampak tidak bisa dihindari. Semakin banyak orang menginginkan kenyamanan dan keamanan. Inovasi digital juga mengubah cara konsumen dan bisnis bertransaksi. Ini pertanda era baru pembayaran di kawasan Asia.