AI Dell Sungguh Nyata, Tapi Dampaknya padaMargin Laba Belum Diperhitungkan

Tahun ini menjadi tahun yang sangat bagus bagi Michael Dell.

Perusahaannya menjadi pemasok penting dalam pembangunan pusat data. Mereka menjual server berbasis Nvidia, rak, sistem pendingin, dan dukungan untuk CoreWeave dan xAI. Dell juga bekerja sama dengan Nvidia, Google, dan OpenAI untuk membuat sistem yang bisa digunakan perusahaan menjalankan perangkat lunak canggih. Bulan lalu, pendapatan Dell melonjak melebihi ekspektasi. Kekayaan Michael Dell juga naik drastis menjadi 217 miliar dolar AS karena harga saham perusahaannya meningkat. Ini membuatnya jadi orang terkaya kelima di dunia.

Tapi ada cerita yang lebih tenang di balik pertumbuhan pendapatan ini. Margin kotor Dell turun 26% sejak perusahaan pertama kali melaporkan pendapatan dari server AI pada akhir Februari 2025. Padahal sekarang pendapatan dari AI sudah 10 kali lebih besar dibandingkan pendapatan dari laptop dan komputer.

Perusahaan mengakui dalam laporan pendapatan terbaru bahwa server AI menjadi penyebab margin kotor turun menjadi 18,1%. Sekarang pendapatan AI sudah mencapai 37% dari total pendapatan Dell. Ini menunjukkan bahwa server yang dioptimalkan untuk AI memiliki margin lebih rendah dibanding produk tradisional Dell. Para analis masih memperdebatkan apakah penjualan server AI yang banyak ini akan menghasilkan keuntungan yang stabil bagi Dell, atau justru membuat Dell hanya menjadi perakit sistem mahal berbasis Nvidia dengan margin rendah.

“Tidak semua ini berbahaya, tapi ini menunjukkan model bisnis yang berubah,” kata Aswath Damodaran, profesor keuangan dari Universitas New York, kepada Fortune lewat email. Dia dijuluki “dewa penilaian” karena keahliannya menganalisis saham. “Margin kotor yang lebih rendah berarti keuntungan per unit lebih kecil. Kalau ini tidak sementara, harus dimasukkan dalam cerita keuntungan Dell ke depannya.”

MEMBACA  Tiongkok adalah pemasok global yang kritis, pemisahan tampaknya tidak mungkin: survei

Meski begitu, 18 analis di Wall Street masih memberi rekomendasi beli untuk saham Dell. Salah satunya memberi pendapat optimis bahwa tren ini bisa bertahan.

James Fish, analis riset senior di Piper Sandler, bilang kepada Fortune bahwa turunnya margin kotor hanya masalah kalau pertumbuhan tidak lagi menambah total keuntungan. Menurutnya, itu tidak terjadi pada Dell saat ini, meskipun mitranya yaitu Nvidia mendapat lebih banyak keuntungan dari bisnis ini.

“Ini jadi masalah kalau kita benar-benar tidak menambah laba bersih sama sekali,” kata Fish. Tapi dia bilang situasi margin yang menipis ini adalah “salah satu topik yang sedang diperdebatkan” di tengah pertumbuhan yang cepat.

Juru bicara Dell bilang ke Fortune bahwa bisnis AI perusahaan “tumbuh di atas bisnis inti yang kuat” dan tujuan perusahaan adalah “menjaga stabilitas margin kotor di setiap lini bisnis.” Sebelumnya pada Februari 2025, Dell sudah bilang kepada investor bahwa server AI akan menurunkan margin.

Dell bukan perusahaan pertama yang menghadapi tekanan margin di bisnis perangkat keras.

Hewlett-Packard Enterprise juga mengalami pendapatan naik karena permintaan server AI, tapi margin kotornya ikut tertekan. Cisco juga merasakan margin produknya menyusut karena komposisi penjualan berubah dan biaya memori naik. Contoh lain, IBM sudah meninggalkan bisnis komputer pribadi di awal 2000-an, lalu hampir menghentikan semua bisnis perangkat keras untuk fokus pada perangkat lunak dengan margin tinggi.

“Saya pikir beberapa tahun ke depan akan ada tekanan dari sisi persentase karena pergeseran komposisi ini,” kata Fish.

Tinggalkan komentar