Kelompok anti-imigran memberikan ultimatum kepada imigran gelap untuk meninggalkan Afrika Selatan sebelum 30 Juni. Batas waktu itu kini sudah lewat. Ribuan warga asing telah meninggalkan negara itu menjelang tanggal tersebut, sementara yang lain menunggu bantuan untuk bisa melakukan hal yang sama.
Kelompok anti-imigran menyalahkan pemerintah karena dianggap tidak cukup keras dalam menekan jumlah imigran gelap. Presiden Cyril Ramaphosa menegaskan urusan imigrasi adalah tanggung jawab pemerintah sepenuhnya, dan dia menolak aksi main hakim sendiri yang disebutnya sebagai tindakan premanisme.
Afrika Selatan beberapa kali mengalami ledakan kemarahan publik yang berujung kekerasan terhadap imigran gelap, yang sering dituduh mengambil pekerjaan warga lokal dan melakukan kejahatan. Tapi sebenarnya apa akar masalah dari situasi ini?
Pembawa acara: Imran Khan
Narasumber:
William Gumede, profesor madya di Sekolah Pemerintahan University of the Witwatersrand
Nomvula Mokonyane, wakil sekretaris jenderal pertama partai ANC, penguasa Afrika Selatan
Richard Pithouse, peneliti purnabakti di Global Centre for Advanced Studies.
Diterbitkan 30 Jun 2026
Kirim artikel ini ke media sosial: Bagikan