Menurut SMMT, masalah yang paling mendesak adalah ZEV Mandate. Produsen mobil sudah berkomitmen untuk target nol emisi dan sudah menghabiskan miliaran poundsterling untuk teknologi baru. Tapi peraturan ini berjalan lebih cepat dari permintaan pasar. Akibatnya, perusahaan terpaksa memberi subsidi yang tidak bisa ditahan lama, sehingga nilai mobil bekas turun dan posisi Inggris sebagai pasar serta tempat produksi melemah.
Tekanan akan makin besar mulai Januari 2027. Target penjualan mobil listrik baterai (BEV) akan naik menjadi 38% untuk mobil dan 34% untuk van. Lalu di tahun 2028 naik lagi jadi 52% untuk mobil dan 46% untuk van. Sekarang ini, pangsa pasar BEV untuk mobil cuma 23,9% dan untuk van cuma 9,5%. SMMT memperkirakan produsen mobil saja sudah mengeluarkan lebih dari £12 miliar untuk diskon. Uang itu seharusnya bisa dipakai untuk model baru, pekerjaan, dan investasi.
ZEV Mandate Inggris pertama kali dibuat di bawah Boris Johnson tahun 2020 dan mulai berlaku tahun 2024. Waktu itu produsen harus memastikan 22% penjualan mobil mereka adalah mobil listrik. Tahun lalu angkanya naik jadi 28%, dan seharusnya tahun 2026 mencapai 33%. Target dirancang untuk naik terus sampai 80% di tahun 2030, ketika penjualan mobil bensin dan diesel baru akan dihentikan.
Kabarnya, tahun ini akan ada tinjauan ulang terhadap ZEV Mandate.
Masalah ‘Made in Europe’ dan Kekhawatiran Perdagangan
Ancaman lain juga datang dari pasar terbesar Inggris, yaitu Uni Eropa. Proposal ‘Made in Europe’ dari Komisi Eropa bisa membuat produk mobil Inggris tidak kompetitif di pasar Eropa. Ini kecuali kalau Inggris mendapat pengakuan produk mereka sebagai ‘diassembling di UE.’ Empat dari lima pemimpin bisnis mobil Inggris (83,3%) bilang mereka akan kena dampak jika proposal itu diterapkan. Inggris dan UE sama-sama akan rugi karena sektor ini saling terkait, dan Inggris adalah pasar ekspor nomor satu untuk mobil UE, juga sebaliknya.
Selain itu, mulai Januari 2027 akan ada aturan asal barang yang lebih ketat di perjanjian perdagangan UE-Inggris. Ini akan menyebabkan tarif 10% pada sebagian besar model listrik baterai dan hybrid plug-in yang diperdagangkan. Tanpa solusi bersama, SMMT memperkirakan sektor ini harus bayar tarif sekitar £1,4 miliar di tahun 2027 saja. Sekitar £16,4 miliar perdagangan mobil listrik Inggris-UE jadi terancam karena produk lokal menjadi kurang kompetitif dan lebih mahal.
Menurut survei SMM, lebih dari sembilan dari sepuluh bisnis (93,5%) bilang biaya tenaga kerja naik tahun lalu. Sementara 84,8% melaporkan biaya input juga naik. Tujuh dari sepuluh pemimpin bisnis bilang mengurangi biaya energi akan menjadi dampak paling positif. Biaya energi di Inggris masih paling tinggi di Eropa, dan meskipun ada skema BICS, tetap akan sekitar 60% di atas rata-rata UE. Jadi SMMT meminta lebih banyak tindakan untuk membuat Inggris lebih bersaing.
Mike Hawes, CEO SMMT, katanya: "Industri mobil Inggris bisa mendorong pertumbuhan, inovasi, dan netralitas karbon, tetapi harus ada keputusan yang benar sekarang. Strategi industri sudah keuraikan plan, tapi sekarang harus ada pelaksanaan. Kita perlu perdagangan terbuka dengan Eropa, suasana bersaing di dalam negeri, dan jalan yang realistis untuk menaikkan permintaan mobil tanpa emisi. Memperbarui ZEV Mandate bukan untuk memperlemah target, tetapi biar peralihan bisa tercapai, biar kita lindungi investasi, dan biar Inggris tetap jadi tempat untuk membangun, jual, ekspor, dan tumbuh. Waktunya sudah tinggal sedikit, jadi kita nggak bisa menunggu diskusi panjang."
Jika strategi industri, kebijakan dagang, dan target mobil listrik berhasil membantu target pemerintah membangun 1,3 juta kendaraan setahun. Ini juga bisa membantu perdagangan mobil Inggris yang hitungannya sudah lebih dari £110 miliar setahun untuk impor dan ekspor. Dan ini bisa menciptakan pasar dalam negeri sendiri untuk 2,2 juta kendaraan, yang saat itu kebanyakan orang pasti pilih mobil tanpa emisi.