Menteri: Festival Fulan Fehan Pererat Hubungan Indonesia dengan Negara Tetangga

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan bahwa Festival Fulan Fehan IV bisa menjadi sarana bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi budaya dengan negara-negara tetangga, terutama Timor-Leste dan Australia.

Festival ini dibuka pada Sabtu, 27 Juni, di Desa Dirun, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Provinsi ini punya perbatasan darat langsung dengan Timor-Leste. Acara tersebut dihadiri oleh peserta lokal, serta pengunjung dari Timor-Leste dan Australia.

Dikutip dari pernyataan pada hari Minggu, Karnavian menyebut tema festival “Menari dalam Persahabatan” sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto yang selalu menekankan pentingnya menjalin persahabatan dan menghindari permusuhan.

“Seribu teman itu tidak cukup. Satu musuh sudah terlalu banyak. Empat suku berkumpul di sini sebagai satu kesatuan, menari bersama, dan menjadi sahabat,” ujarnya saat membuka festival, yang ditandai dengan bunyi tihar, alat musik tradisional dari Belu.

Menteri itu juga mengatakan ini adalah pertama kalinya dia menghadiri Festival Fulan Fehan. Dia menonjolkan suasana alaminya, yang berbeda dari pertunjukan besar lain yang pernah dia lihat di panggung buatan.

“Daripada diadakan di tempat buatan manusia, festival ini digelar di padang savana yang indah, dikelilingi bukit-bukit,” katanya, merujuk pada Gunung Lakaan di dekatnya.

Karnavian kembali menegaskan bahwa festival ini berfungsi sebagai alat diplomasi untuk mendekatkan hubungan dengan Timor-Leste dan澳大利亚 melalui seni dan budaya. Menurutnya, sifat festival yang multikultural juga melambangkan semboyan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.

Dia menekankan bahwa suku-suku di Belu “tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia” meskipun mereka berbeda budaya dan bahasa.

“Semoga Fulan Fehan bisa menjadi festival internasional di tahun-tahun mendatang,” tutup menteri tersebut.

Hadir dalam acara pembukaan adalah Wakil Kepala Staf Kepresidenan Timor-Leste, Fatima Liu Soares, Sekretaris Negara untuk Seni dan Budaya Timor-Leste, Jorge Cristovao, serta Wali Kota Darwin, Peter Styles, dari Australia.

MEMBACA  IKN dapat membantu menutup kesenjangan pembangunan barat-timur: Kementerian Kominfo

Wakil Menteri Dalam Negeri Indonesia, Bima Arya Sugiarto, Gubernur NTT, Melki Laka Lena, dan Bupati Belu, Willybrodus Lay, juga ikut menghadiri acara ini.

Tinggalkan komentar