California tengah mempertimbangkan sebuah regulasi perlindungan anak yang berpotensi mendenda perusahaan media sosial hingga jutaan dolar — dan Meta, menurut sumber anonim yang diungkap ke Politico, mencoba menghindari denda astronomis dari ratusan gugatan yang masih berjalan.
Para pelobi Meta telah mendekati para anggota legislatif dengan sejumlah amandemen yang diusulkan: mereka ingin agar platform media sosial diberikan pengecualian tertentu sebelum RUU tersebut dibawa ke sidang pada hari Selasa mendatang. Salah satu amandemen ini membuka jalan untuk menghindari denda, asalkan perusahaan-perusahaan tersebut menerapkan serangkaian pengaturan keselamatan anak secara default, seperti alat untuk mematikan autoplay, pembatasan direct messaging, dan moderasi konten eksplisit.
Banyak perusahaan media sosial sebenarnya sudah meluncurkan fitur-fitur tersebut melalui akun di bawah umur. Namun, para advokat keselamatan anak berpendapat bahwa langkah itu belumlah cukup untuk melindungi anak-anak.
*SEE ALSO: Trump is threatening a 100% tariff on European goods. Again.
Perubahan yang disarankan oleh Meta juga mencakup jalur aman (safe harbor) lain: Perusahaan media sosial bisa bebas dari denda jika platform mereka menyertakan kontrol orang tua, yang memungkinkan para orang tua membatasi waktu layar (screen time*) dan memantau aktivitas anak-anak mereka. Menariknya, banyak ahli berpendapat bahwa kontrol orang tua sama tidak efektifnya dalam mengurangi paparan konten berbahaya pada anak.
Tanpa amandemen-amandemen ini, RUU yang dikenal dengan nama AB 2 itu bisa berujung pada denda hingga US$1 juta per anak apabila suatu perusahaan terbukti bertanggung jawab membahayakan pengguna muda melalui desain produk yang lalai.
Pada bulan Maret lalu, Meta kehilangan kasus di pengadilan yang memutuskan bahwa platform tersebut, bersama dengan pesaingnya Google, gagal memperbaiki elemen desain platform yang mengakibatkan kerusakan pada kesehatan mental anak di bawah umur. Dalam kasus terpisah di New Mexico, Meta diperintahkan untuk membayar ganti rugi sebesar US$375 juta setelah juri memvonisnya karena mengiklankan platform mereka secara menyesatkan seolah aman bagi anak-anak.
Baru-baru ini, Meta pun merombak alat keselamatan untuk pengguna di bawah umur, termasuk deteksi usia otomatis dan Akun Remaja global yang menerapkan kontrol konten dan komunikasi yang lebih ketat.
Di tengah gugatan yang masih berlangsung, perusahaan tersebut membantah semua klaim bahwa fitur keselamatan anak mereka tidak efektif.
"Kesehatan mental remaja adalah masalah yang sangat kompleks dan tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu aplikasi. Kami akan terus membela diri secara keras karena setiap kasus berbeda, dan kami tetap yakin dengan rekam jejak kami dalam melindungi remaja di dunia maya," kata Meta dalam sebuah pernyataan setelah putusan pengadilan pada bulan Maret.