CEO Coach dan Kate Spade

Seorang remaja 18 tahun yang mencari tas mahal pertamanya ternyata jadi motor bisnis utama Tapestry, pemilik merek
Coach dan Kate Spade.

“Kabar baiknya, ada 25 juta wanita baru yang akan berumur 18 tahun tahun ini dan seterusnya selama 10 tahun ke depan,” kata CEO Tapestry, Joanne Crevoiserat. “Ini peluang besar buat kami.”

“Kami juga harus belajar budaya dan paham konsumen,” tambahnya. “Anak Gen Z cuma kasih kita 60 detik waktu mereka masuk toko buat memutuskan, apa merek ini cocok buat mereka.”

Crevoiserat dikenal suka data, dia sukses bikin Tapestry lebih kuat dengan fokus pada merek, kualitas produk, inovasi digital, dan cara menarik konsumeen.

Sebelum di Tapestry, dia kerja jadi kepala operasi di Abercrombie & Fitch, juga dijabat senior di Kohl’s, Walmart, dan May Department Stores.

Dia juga jual merek Stuart Weitzman yang lagi susah, dan gak jadi akuisi besar sama Capri Holdings gara-gara masalah aturan.

Di kuartal keuangan terakhir, penjualan Tapestry naik 21% jadi $1.9 Miliar, Coach yang paling kuat namanya. Laba per saham juga naik 62% jadi $1.66, lebih dari prediksi pasar.

Saham Tapestry naik 78% setahun, smentara S&P 500 cuma naik 23%.

“Menurut model kami, keuntungan Tapestry bakal terus naik dua digit,” kata Matt Boss dari JPMorgan.

MEMBACA  IPB Beri Tips Mengamankan Rumah Saat Mudik Lebaran, Waspada Pencurian dan Korsleting Listrik

Tinggalkan komentar