RANS Entertainment Bersiap Melantai di Bursa, Raymond Chin Ungkap ‘Bendera Merah’ Terbesar dalam Bisnis Raffi Ahmad

Ringkasan Berita:

Perusahaan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina bersiap IPO dengan valuasi Rp1,7–2 triliun. Mereka ngincer dana publik sebesar Rp430 miliyar, meskipun laba bersih 2025 turun 41 persen. Raymond Chin menyoroti red flag terbesar RANS, yaitu pengakuan resmi perusahaan bahwa bisnis mereka sangat bergantung pada nama besar pribadi Raffi-Nagita. Dengan harga jual Rp135–170 per saham, valuasi RANS dinilai kemahalan (PER 30–38x), jadi investor cuma beli ekspektasi masa depan, bukan kekuatan fundamental.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Gurita bisnis hiburan milik pasangan selebriti papan atas, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yaitu RANS Entertainment, bersiap ambil langkah besar dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat penawaran umum perdana saham alias IPO.

Perusahaan ini narget valuasi fantastis antara Rp1,7 triliun sampe Rp2 triliun, dengan target dana publik sekitar Rp430 miliar.

Tapi, dibalik angka-angka wah tersebut, konten kreator sekaligus investor Raymond Chin malah buka-bukaan soal fakta mengejutkan yang tertulis langsung di dokumen prospektus resmi perusahaan. Masalah ini bukan cuma spekulasi pasar lagi, melainkan risiko mutlak yang diakui secara terang-terangan sama manajemen RANS sendiri.

Pembagian Dividen yang Aneh Sebelum IPO

Dalam bedah bisnis di kanal YouTube-nya, Jumat (26/6/2026), Raymond Chin sorotin beberapa keanehan di performa keuangan RANS yang malah turun dalam tiga tahun terakhir. Di tahun 2025, pendapatan RANS merosot, laba bersih cuma Rp56 miliar—turun drastis 41% dari tahun sebelumnya. Anehnya, di tahun yang sama pas profit turun, RANS malah bagi-bagi dividen jumbo Rp17 miliar ke pemegang saham lama.

"Kenapa mereka bagi dividen dari laba setahun sebelum IPO? Klaimnya mereka ambil dari tabungan profit tahun-tahun sebelumnya. Ini sih nggak ilegal, tapi bikin mikir: apa IPO ini beneran buat tumbuhin bisnis atau sekadar jalan keluar (exit plan) yang udah direncanain?" kata Raymond Chin.

MEMBACA  Pembiayaan Aset UK Alami Penurunan Bisnis Baru pada Agustus 2025

Penurunan Brand Deals dan Ketergantungan Figur

Raymond jelasin, pelemahan pendapatan RANS paling parah di sektor utama, yaitu lini brand deal sama talent management yang anjlok 51% jadi cuma Rp51 miliar. Penurunan tajam ini sinyal bahaya buat bisnis yang ngandelin kejayaan "jalan tol" berupa 155 juta followers di medsos.

Tapi dari semua data keuangan, yang paling krusial menurut Raymond adalah pengakuan risiko utama di dokumen OJK. "Secara eksplisit, RANS nulis bahwa kelangsungan perusahaan mereka mutlak tergantung pada sosok Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga sebagai daya tarik utama," ujar Raymond. Ini dianggap sebagai red flag gede buat investor jangkah panjang.

Tinggalkan komentar