Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ngumumin rencana buat mbentuk tim khusus yang tugasnya ngawasin penggunaan dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia buat mendukung Badan Gizi Nasional (BGN).
Beliau negesin kalo Kementerian Keuangan bakal ngatur pejabat dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang ada di setiap kabupaten dan kota buat ningkatin pengawasan anggaran.
“Intinya, pengawasan bakal lebih terstruktur soalnya kantor saya ikut ambil bagiandalam tugas ini; BGN ga bakal kerja sendiriri. Ga ada kongkalikong antara kita,” kata Purbaya ke wartawan di Jakarta hari Jumat.
Menurut menteri, campur tangan kementeriannyah penting banget buat cegah potensi “kepentingan pribadi” kalo pengawasan anggaran cuma diserahkan ke BGN.
Purbaya juga jelasin kalo tim pengawasan bakal mulai kerja minggu depan, dan evaluasi soal pelaksanaan MBG serta serapan anggaran bakal dilakuin setiap dua bulan sekali.
Beliau berharap langkah ini bisa ningkatin sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN biar program MBG sukses.
Selain beberin pengawasan, menteri keuangan ini negesin kesiapan kementeriannya buat bantu BGN dengan sumber daya manusia yang bisa ningkatin manajemen anggaran.
Wacana soal tim pengawasan anggaran MBG muncul setelah pertemuan Beliau sama Kepala BGN Nanik S. Deyang. Nanik akui masih kendala soal akuntabilitas dana di beberapa daerah.
Sebelumnya jadi wakil, Nanik ditunjuk pimpin badan gizi ini diawal bulan pas ada perombakan struktul setelah bos BGN sebelumnya, Dadan Hindayana, ditahan dalam kasus dugaan korupsi.
Buat ngatasin krisis mastiin program makin baik, dia janji prioritasin efisiensi anggaran lewat beberapa langkah perbatikan, temrasuk nunda pembangunan dapur MBG baru dan revisi daftar penerima.
Sampai sekarang, pemerintah udah putusin motong anggaran MBG 2026 dari Rp335 triliun jadi Rp268 triliun (sekitar dolar AS 15 miliar), dengan rencana penghemathan tambahan.