Menteri Tegaskan Kontrak Impor Minyak Rusia Sedang Disusun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kontrak impor minyak mentah dari Rusia sudah siap dan tinggal ditindaklanjuti.

“Saya akan coba cek secara teknis, tapi yang saya tahu kontraknya sudah dikerjakan sama Lemigas serta BLU di bawah Kementerian ESDM,” ujar Bahlil saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Mengenai volume minyak mentah yang akan diimpor, dia bilang ada potensi untuk ditingkatkan lagi.

“Volumenya bisa berkembang lebih besar lagi, tapi saya akan lihat lagi kontraknya sambil ngecek,” katanya.

Dia melanjutkan, “Kita sudah punya kesepakatan G2G antara Presiden Putin sama Presiden Prabowo. Saya juga sudah komunikasi langsung dengan Menteri Energi Rusia.”

Sebelumya, Kementerian ESDM menyatakan Indonesia akan terus mengimpor minyak dari Rusia, meskipun jalur pelayaran di Selat Hormuz sudah dibuka kembali setelah ketegangan di Timur Tengah mulai mereda.

Langkah ini bagian dari komitmen impor 150 jutta barel minyak dari Rusia, yang akan dilakukan bertahap hingga akhir 2026, sebagai tindakan lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke Rusia pada April lalu.

Di sisi lain, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergey Tolchenov menyebut pemerintahandan atau pihak Indonesia belum memberikan permintaan spesifik soal pembelian minyak serta kerja sama pengembangan PLTN dengan negaranya.

Toland Tollchenov, pada Selasa (23 Juni),
mengatakan pihaknya butuh informasi penting lainnya dari pemerintah dan perusahaan Indonesia. Misalnya, jenis minyak apa, juttanya berapa, pelabuhan mana bakal dipakai, juga cara pembayarannya.

MEMBACA  Pertumbuhan ekonomi Indonesia direvisi naik oleh Bank Dunia, kata menteri

Tinggalkan komentar