Rabu, 24 Juni 2026 – 18:00 WIB
Jakarta, VIVA – Kehadiran layar sentuh besar kini jadi tren di industri otomotif global. Bahkan, banyak produsen mobil mulai mengurangin jumlah tombol fisik dan pusatkan berbagai fungsi kendaraan ke satu layar yang mirip smartphone gitu.
Namun dibalik penampilanya yang modern, muncul pertanyaan yang masih diperdebatkan hingga saat ini. Apakah layar sentuh beneran lebih aman dipake ketika nyetir dibanding tombol fisik?
Perdebatan itu muncul lagi setelah Mazda ngenalin generasi terbaru CX-5 yang dilengkapi layar infotainment 15,6 inci. Dari sumber VIVA Otomotif di Slashgear, Rabu 24 Juni 2026, pabrikan Jepang ini anggap kalau pemakaian layar sentuh sekarang ini dah bukan sumber gangguan utama buat pengemudi.
Alasanya cukup simpel. Banyak pengguna mobil modern telah terbiasa pake smartphone dan tiap hari, jadi interaksi lewat layar sentuh lebih alami ketimbang belajar fungsi tombol yang beda-beda di setiap mobil.
Selain ngandalin layar sentuh, sistem Mazda terbaru juga memanfaatkan perintah suara serta tombol di lingkar kemudi. Tujuannya supaya pengemudi gak usah terlalu sering alihin perhatian dari jalanan saat akses fitur kendaraan.
Pandangan itu menarik soalnya beberapa tahun lalu Mazda malah termasuk pabrikan yang ngurangin penggunaan layar sentuh. Dulu mereka pikir bahwa pengemudi cenderung lama banget ngalihkan pandangan dari jalan saat cari menu tertentu di layar.
Sekarang situasinya mulai berubah. Bersama perkembangan software dan desain antarmuka yang lebih simpel, beberapa produsen yakin layar sentuh bisa nyatuin berbagai fungsi kendaraan dalam satu tempat yang gampang diakses.
Meski gitu, enggak semua orang setuju dan pandangan tadi. Beberapa penelitian masih nunjukin bahwa pemakaian layar sentuh saat mobil bergerak bisa tingkatkan risiko gangguan konsentrasi pengemudi.
Dalam studi simulasi nyetir yang dilakuin tahun 2025, layar sentuh bikin waktu respon pengemudi lebih lambat dibanding saat fokus penuh di jalan. Kemampuan jagain posisi kendaraan di lajur juga turun drastis ketika pengemudi harus interaksi sama layar.
Halaman Selanjutnya…
Masalah utama bukan di ukuran layar sih, melainkan kebutuhan buat liat tampilan visual saat cari menu tertentu. Beda sama tombol fisik yang bisa dikenal lewat sentuhan, layar datar bikin pengemudi kadang-kadang harus ngelirik pandangan buat mastiin perintah yang dipilih dah benar.