Piala Dunia 2026: Apakah Perubahan Merusak Akhir Fase Grup?

Menggunakan head to head sebagai tiebreaker pertama bukanlah suatu hal yang baru. UEFA sudah menerapkannya di semua kompetisinya.

Logika di balik ini adalah bahwa sistem tersebut memisahkan tim berdasarkan hasil pertandingan langsung antara mereka, sehingga mengesampingkan kemungkinan adanya skor besar dari pertandingan lain yang bisa mendistorsi selisih gol.

Meskipun ukurannya hanya setengah dari segi jumlah tim yang berpartisipasi, sejak 2016 Piala Eropa menggunakan format yang sama dengan World Cup, di mana beberapa tim peringkat ketiga lolos ke fase selanjutnyya.

Di Piala Eropa 2016, Italia memuncaki grup, sementara Ukraina tersingkir setelah dua pertandingan.

Pada Piala Eropa 2020, hal yang sama terjadi di satu grup, sehingga menciptakan laga mati antara Belanda dan Makedonia Utara.

Di Piala Eropa 2024, Portugal dan Spanyol memuncaki grup masing-masing, sementara Polandia tersingkir.

Akan tetapi, dalam World Cup kali ini, lebih banyak tim yang sudah tersingkir atau melaju ke babak 32 besar (delapan tim) dibandingkan total tim selama tiga gelaran Piala Eropa (Euros) secara kumulatif (tujuh tim).

Meksiko, AS, Jerman, dan Argentina sudah pasti sebagai juara grup.

Haiti, Turki, Tunisia, dan Yordania sudah pasti akan pulang lebih awal.

Laga antara AS vs Turki dan Argentina vs Yordania adalah duel mati yang mempertemukan juara grup yag sudah pasti melawan tim yang sudah tereliminasi.

Lebih banyakl lagi situasi serupa diperkirakan akan terjadi pada hari Selasa. Inggris/Ghana dan Kolombia bisa mengamankan posisi puncak. Sementara itu, Kroasia/Panama dan Uzbekistan mungkin akan tersingkir.

Pada World Cup 2022, hanya Kanada dan Qatar yang tersingkir setelah dua putaran pertama.

Apa yang akan terjadi jika kita menerapkan sistem head to head dan juga melibatkan skenario peringkat ketiga di turnamen World Cup sebelumnya? Prancis, Brasil, dan Portugal akan langsung menjadi juara grup setelah dua pertandingan—total sudah lima tim yang terimbas.

MEMBACA  Pengacara dan Kritikus Presiden Saied Dihukum Lima Tahun Penjara di Tunisia

Mengapa demikian? Hal ini mungkin mengindikasikan adanya kesenjangan kualitas yang lebih besra di World Cup, yang memungkighkan beberapa negara untuk maju dengan relatif mudah tanpa perjuangan sengit di grup tersebu.

Urutan pertandingan pun bisa menjadi faktor yang signifikan; bila tim-tim terkuat bermain lebuh dulu melawan lawan terlemah, peluang nagntsarang dalam pertandingan utama satunya

Tinggalkan komentar