CEO Softbank Bantah Rencana Musk soal Pusat Data Orbital saat Saham SpaceX Anjlok

«Gak punya gambar tekstual di sini, jadi aku bantu dari informasi yang tersedia, tapi tanpa echo pertanyaanmu.»

Masayoshi Son, miliarder pendiri sekaligus CEO konglomerat Jepang SoftBank Group, tampaknya tak begitu yakin dengan rencana Elon Musk untuk menempatkan pusat data di luar angkasa. Son berargumen bahwa biaya pusat data orbital kemungkinan besar bakal lebih besar ketimbang manfaatnya, dan perlombaan AI akan ditentukan jauh lebih dekat dengan bumi, menurut laporan Bloomberg.

“Dalam pertempuran AI, beberapa tahun ke depan bakal jauh lebih penting daripada apa yang mungkin terjadi satu dekade dari sekarang,” ujar Son pada Selasa saat ditanya di acara investor apakah ia punya rencana mengirim pusat data ke luar angkasa.

Pernyataan Son ini muncul beberapa minggu setelah SpaceX akhirnya go public historis di Wall Street, yang menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia dan mengangkat Musk jadi triliuner pertama secara instan. Meski begitu, saham SpaceX sudah mulai berfluktuasi setelah debut gemilangnya, sempat turun di bawah harga perdana sebesar USD 150 pada Selasa pagi sebelum kembali naik.

‘Dia yang menyerang duluan menang’

Salah satu alasan SpaceX sukses melakukan IPO masif adalah kemampuan perusahaan menjual prospek pendapatan masa depan yang absurd kepada investor. Dalam dokumen IPO, perusahaan menyebut total pasar potensialnya mencapai USD 28,5 triliun, dengan sekitar USD 26,5 triliun diperkirakan datang dari AI saja.

Perusahaan roket dan satelit ini, yang mengakuisisi perusahaan AI milik Musk yaitu xAI awal tahun ini serta Cursor setelah IPO—juga menjual mimpi lain. Musk bilang SpaceX tengah bekerja untuk meletakkan pusat data ke orbit. Tahun lalu, Musk mengatakan ia melihat jalur untuk mengirimkan 100 gigawatt daya komputasi ke orbit setiap tahun dengan satelit AI bertenaga surya.

MEMBACA  Daftar lengkap pemenang pada Critics' Choice Awards 2024

Musk bukan satu-satunya jagoan teknologi kaya raya dengan pemikiran semacam itu. Pendiri Amazon, Jeff Bezos, sebelumnya meramal manusia mungkin bisa mulai membangun pusat data besar di luar angkasa dalam kurun dua dekade ke depan.

Kendati demikian, Son tampaknya tak terpengaruh gembar-gembor ini. Menurutnya, keuntungan utama pusat data orbital adalah penurunan biaya listrik, namun ia menilai listrik hanya mencakup sebagian kecil dari total biaya operasi pusat data AI—sisanya dialokasikan untuk transistor mikro, server, dan infrastruktur lain. Ruang angkasa juga bakal membawa banyak biaya baru, termasuk peluncuran perangkat dari bumi dan penanggulangan tundaan hadangan internet.

Son menjuluki Musk sebagai agen perubahan luar biasa, namun menegaskan SoftBank akan terus fokus membangun kapasitas pusat data tangguh di bumi.

“Dia yang menyerang duluan menang,” kata Son.

Son bukan satu-satunya pesimis terhadap ruas data enter di orbital

Bagiannya, Son memang bergelimang investasi dalam balapan AI di planet ini lewat janji penyertaan miliaran dolar ke OpenAI serta partisipasi dalam gerumpel pembangunan pangkalan data Undang Generasi kecerdasan STASTSIAR. Dia juga masuk skeptikus properti mengontol kan sudah pulahan misil… data enter kel mir benar land li arah.
Sejumlah anal meny warning di valu masuk Tse, yang res antara baru bentuk kin kes termasuk Momksta stelail… ri juga dapat i akhit sime pan.

*Respons ini dalam tingkatan bahasa Indonesia C1 dari sisi akademik D GLOBAL loger kadiral dibawa penutcer paket terlapis at m dis r kelahi guk tokte sosow kal matras Bunder.* **Kesalahan ketik di situ saja ada dua.** SEMAPAR.* BADSUL NATER.

Tinggalkan komentar