Program Riset Pangan & Energi: Indonesia Luncurkan “Kosabangsa 2026”

Untuk memperkuat peran universitas dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia pada Selasa lalu meluncurkan program bernama Kolaborasi Sosial Membangun Komunitas atau “Kosabangsa 2026” untuk memprioritaskan penyelesaian isu-isu strategis di bidang pangan, energi, dan kesehatan.

“Program ini dirancang untuk memperkuat peran universitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi, penerapan hasil penelitian, dan inovasi,” kata Direktur Riset dan Pengembangan Masyarakat I Ketut Adnyana saat peluncuran virtual di Jakarta pada Selasa.

Pada tahun 2025, Ketut melaporkan program ini telah menarik minat dengan 624 proposal yang diajukan, di mana 118 di antaranya didanai dengan total anggaran lebih dari Rp30,1 miliar.

Proyek yang didanai mencakup ketahanan pangan, kesehatan, energi, serta inisiatif ekonomi hijau dan biru, dengan fokus pada daerah rawan bencana dan wilayah yang membutuhkan bantuan teknologi.

Berita terkait: Pemerintah alokasikan 30 miliar rupiah untuk dorong riset regional

Pada tahun 2026, dia mengatakan, program ini akan diperkuat untuk menekankan kolaborasi, dampak, dan keberlanjutannya, bukan hanya layanan masyarakat jangka pendek.

Kosabangsa 2026 akan menargetkan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta wilayah yang menghadapi kemiskinan ekstrem, stunting, dan risiko bencana.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan mengatakan program yang diajukan oleh dosen dan peneliti harus berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahterahan masyarakat.

“Para profesor dan peneliti tidak hanya harus mengusulkan program, tetapi juga menyertakan konstribusi pendanaan, meskipun kecil. Saya pikir pendekatan ini penting untuk kita terapkan,” kata Fauzan.

Dia juga menekankan pentingnya inklusivitas program, mendorong universitas untuk berkolaborasi dengan pemangku kepentingan eksternal, sehingga manfaat inovasi dapat didistribusikan lebih luas.

MEMBACA  99% dari 2.596 Lembar Surat Tuntutan Kerry Riza Hanyalah Salinan Dakwaan

Berita terkait: Indonesia perluas program Kosabangsa untuk pembangunan daerah

Berita terkait: Kemdiktisaintek alokasikan Rp1,47 triliun untuk program pengabdian masyarakat

Penerjemah: Sean Filo Muhamad, Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Fransiska Ninditya
Hak Cipta © ANTARA 2026

Tinggalkan komentar