OCBC bersiap untuk nambah jumlah staf penasehat keuangan di Indonesia, setelah bank dari Singapunya ini setuju buat beli bisnis HSBC Holdings di sini. Menurut Bloomberg, Parwati Surjaudaja yang pimpin OCBC Indonesia bilang dalam wawancara di Jakarta, jumlah relationship manager bakal nyampai 400 orang di akhir 2026. Penambahan ini dari rekrutmen baru dan pegawai yang dialih tugaskan.
Dia juga bilang, aset klien di Indonesia naik sekitar 11% dibanding tahun lalu, jadi Rp127tn ($7,1 miliar). Rencana ngebasarin layanan kekayaan ini intinya fokus OCBC ke Indonesia, setelah perjanjian pada bulan Mei buat beli operasi ritel dan kekayaan HSBC.
Direktur utama yang baru, Tan Teck Long, sejak 1 Januari, udah nentuin layanan untuk orang kaya di Indonesia salah satu prioritas utama bank. Parwati bilang, ada beberapa orang kaya Indonesia yang anter uangnya ke luar negri, kayak Singapura atau Swiss, tapi dia nambahin aturan pajak untuk aset di negri sendiri malah bikin sebagian investor taroh dananya disini.
Dia tanya, emang bener gitu,” engga juga”, tambahnya, kebanyakan orang korang kaya banget justru tahan aset di negara sendiri, Darimana mana aj uanda meletak ujung ak bakal keliat oleh aparat pa adi sini di, Yang sitigal, pasar modal untuk jual be or dan juga mutual fund.