Blak-blakan! Prabowo Ungkap Biang Kerok Rupiah Melemah

Selasa, 23 Juni 2026 – 18:25 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto ngomongin soal nilai tukar rupiah yang lagi melemah beberapa waktu ini. Salah satu penyebabnya, katanya, karena kekayaan nasional kita selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri.

Prabowo Merasa Nyaman di Tengah NU: Dulu Tetangga Saya Keluarga Gus Dur, Eyang dari NU

Hal ini disampaikan Prabowo waktu acara penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026.

Awalnya, dia ngasih tau data dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan PBB. Kata dia, Indonesia untung dari perdagangan selama 17 tahun dari total 22 tahun.

“Kalau kita lihat selama 22 tahun, bangsa Indonesia sebagai bangsa sebenernya udah untung. Cuma 5 tahun aja kita nggak untung, agak kurang. Tapi dari 22 tahun, 17 tahun kita untung,” ujar Prabowo.

“Dan keuntungan kita itu 436 miliar dolar selama 22 tahun. Kali 17 ribu, jadi berapa triliun. Terus, kalau kita lihat selama 42 taun, kekayaan kita sebenernya 683 miliar dolar,” sambungnya.

Prabowo Cerita Tutup 240 BUMN: Nggak Ada Untung, Rugi Terus!

Meski gitu, Prabowo bilang keuntungan itu nggak dinikmati sepenuhnya sama Indonesia. Soalnya, sebagian besarnya malah ke luar negeri.

“Kalau sekarang ada yang ngomong rupiah kita lemah, ini itu, ya karena kekayaannya keluar. Kayak darah kita, setiap hari darah keluar, ujungnya badan kita collapse, mati. Kaya raya republik kita, tapi tiap tahun kekayaan diambil keluar, kita masih bisa berdiri,” jelas dia.

Selama 22 tahun terakhir, Prabowo ngungkap nilai kekayaan Indonesia yang keluar itu sebanyak 343 miliar dolar.

MEMBACA  Prabowo: Indonesia Tumbuh di Atas 5 Persen di Tengah Ketidakpastian Global

“Kita lihat di sini, selama 22 taun uang yang keluar US$ 343 miliar. Jadi untung US$ 436, yang keluar US$ 343. Yang tinggal sedikit banget dibanding yang keluar,” ucap Prabowo.

“Ini angka ada di depan kita. Saudara-saudara sekalian, apa yang harus kita simpulkan. Ternyata, lagi-lagi dari PBB, yang terjadi adalah under-invoicing atau laporan palsu. Para pengusaha itu boong, mereka bilang jual 1000 ton tapi lapor cuma 500 ton. Artinya negara rugi. Setelah dihitung, angkanya balik lagi dari PBB, kita udah rugi US$ 908 miliar dolar selama 34 tahuun, atau setara Rp15 ribu triliun. Rp15.000 triliun,” pungkasnya.

Prabowo Ungkap 15 Ribu Triliun Kekayaan Indonesia Ngalir ke Luar Negeri: Belum Ada Profesor yang Bantah
Presiden Prabowo Subianto kembali ngomong keras soal kebocoran kekayaan nasional yang katanya udah berlangsung puluhan tahun.
VIVA.co.id
23 Juni 2026

Tinggalkan komentar