Jakarta, VIVA – Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (Kejari Jaksel) ngasih alasan kenapa mereka gak nahan tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik soal keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Jokowi, yaitu Roy Suryo dan dokter Tifa.
“Kami sampaikan, berdasarkan pendapat dari tim Jaksa Penuntut Umum terhadap permohonan kuasa hukum dan keluarga para tersangka, maka tidak dilakukan penahanan,” ujar Kepala Kejari Jaksel, Marcelo Bellah, ke wartawan di kantornya, Senin.
Marcelo bilang, ada beberapa pertimbangan, salah satunya pihak keluarga jadi penjamin yang siap terima resiko kalau tersangka tidak hadir di sidang. Selain itu, para tersangka juga sudah bikin surat pernyataan bahwa mereka bakal kooperatif, patuh sama aturan, dak bakal ulangi perbuatan yang sama, serta jaga situasi tetap kondusif.
“Makanya, sesuai mekanisme yang berlaku, terhadap para tersangka tidak dilakukan penahanan,” tambahnya.
Kasus ini juga dianggap udah menyita perhatian publik, jadi perlu segera dikebut biar punya kepastian hukum. Tim penyidik dari Polda Metro Jaya udah ngasih tanggung jawab tersangka dan barang bukti ke Kejari Jaksel selaku penuntut umum. Total barang bukti yang udah diserahan ada 714 item, termasuk dokumen, buku, handphone, ampe flash disk berisi tautan dan video terkait kasus.
Perkara ini berkaitan dengan dugaan penyarangan kehormatan atau nama baik di muka umum, lewat media elektronik atau langsung, seperti yang diatur dalam Pasal 434, 433, dan 441 KUHP, juga Pasal 35 dan 32 UU ITE. Sebelumnya, Roy Suryo dan dokter Tifa dateng ke Kejari Jaksel pada jam 09.43 WIB, pake baju orens buat ngikutin tahap pelimpahan berkas. (Ant)