Senin, 22 Juni 2026 – 16:34 WIB
Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nutup perdagangan Senin, 22 Juni 2026, di zona merah. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG melemah 0,83 persen ke level 6.125,74, setelah sempat bergerak di atas 6.190 di awal sesi.
Pergerakan indeks menggambarkan tekanan jual yang cukup besar sejak pagi. Awalnya IHSG sempat bertahan di kisaran 6.195,02, perlahan-lahan turun hingga tembus 6.000, meskipun sedikit memulih sebagian kerugian menjelang akhir.
Meskipun berhasil naik dari titik terendh intraday, tekanan jual yang besar sepanjang bikin indeks ditutup di zona negatif.
Nilai Transaksi Tembus Rp26,49 Triliun
Data transaksi BEI menunjukkan aktivitas investor masih ramai. Nilai transaksi saham capai Rp26,49 triliun, dengan volume 30,76 miliar lembar saham dan 1,71 juta kali transaksi.
Sementara transaksi ETF capai Rp158,38 miliar, dan Structured Warrant sebesar Rp17,08 miliar. Total transaksi sebenarnya besar, indikasi investor tetap aktif sekalipun pasar tidak baik.
Saham-Saham Paling Aktif Diperdagangkan
Meski IHSG terkena tekanan, ada saham yang transaksi paling besar. Daftarnya sbb:
- DSSA: Rp1,24 triliun
- BBCA: Rp1,20 triliun
- TPIA: Rp939,63 miliar
- BBRI: Rp725,49 miliar
- TLKM: Rp489,70 miliar
- ANTM: Rp468,85 miliar
- BMRI: Rp430,96 miliar
Adanya saham di bank besar yang laku akhir pehatian utama pasar.
Saham Bank Besar Banjir Tekanan
Sejumlah saham bank raksasa turun didak terkomit.
Saham BBRI tutup di level Rp2.870, turun 2,05%. Sementara itu dan lanjut, saham BMRI sendiri Rp4.220 di akhir memerotekdi 2,09 persen dinilai.