Hasil Penting Pembicaraan Iran-AS di Swiss, Bagaimana Selanjutnya? | Berita Perang AS-Israel Melawan Iran

Mediator Qatar dan Pakistan telah mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran mencapai “sebuah peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam 60 hari”, setelah progres yang dideskripsikan sebagai “sangat menjanjikan” di hari pertama perundingan tingkat tinggi di Swiss.

Pembicaraan ini dilakukan setelah penandantangan MoU 14 poin pada 17 Juni yang menjadi kerangka destalasi antara Washington dan Teheran, serta mempersiapkan dasar negosiasi selanjutnya.

  • Recommended Stories:

    Wasiat baru diraih setelah pertemuan panjang 12 om di tepi Danau Lucerne yang dihadiri pejabat senior kedua negara.

    Pernyataan bersama menegaskan pembentukan “sel dasatalah” yang bertujuan pada penghentian secara permanen bantuan terhadap segala ofensial, serta untuk mengakhiri–apalagi apabila melibatkan kaum lemah pada belahannya, meskipun—kesemuanya [akhr pengetahuan itu merujuk: tampaknya konten tdk selese dalam transcript pada point2 inti.

    Juga secara saksakan termasuk adalah komuniosi … beberapa but dari permusyawarawasial itu—yangsatn seorang berkons** dite??

    Thomas menda?**

    Wa area selat—ada (ju…) meredi” baik”? kene

    De-fiks kal** L pen?? } itu jangan samp

    [” ya?” !] hanya ada na … maka negara

    Joey Hood, seorang mantan diplomat senior AS, mencatat bahwa baik pemerintah Lebanon maupun Israel tidak terlibat langsung dalam negosiasi yang menghasilkan mekanisme tersebut, meskipun kini mereka diharapkan untuk mengimplementasikan setiap pengaturan gencatan senjata.

    “Jadi, ini memberikan hak veto kepada Iran atas Lebanon… Dengan kata lain, nota kesepahaman itu tampaknya menyatakan, kami menerima peran kepemimpinan regional Iran, termasuk atas proksi-proksinya,” ujarnya.

    Mark Kimmitt, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS dan jenderal militer purnawirawan, menambahkan bahwa dimasukkannya Lebanon ke dalam negosiasi yang lebih luas “akan memperumit masalah secara luar biasa.”

    “Faktanya masih tetap, jarang sekali kekuatan eksternal mampu menyelesaikan masalah internal dalam sebuah konflik internal antara dua negara berbeda,” imbuhnya.

    Namun, tanda-tanda awal menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut telah membawa dampak, dengan Heidi Pett dari Al Jazeera melaporkan bahwa “tercipta ketenangan yang hati-hati di Nabatieh ketika gencatan senjata tampaknya mulai berlaku” di Lebanon selatan.

    “Ini terjadi setelah beberapa hari yang sangat brutal dan berdarah bagi kota ini, serta desa-desa sekitarnya,” tambahnya.

    Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif (tengah), dan Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, berpegangan tangan di samping Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelum pertemuan segi empat antara Amerika Serikat, Iran, Pakistan, dan Qatar di kompleks hotel mewah Burgenstock di Swiss [AFP]

    Kelonggaran Sanksi, Aset Beku

    Araghchi juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan itu mencakup konsesi ekonomi signifikan dari Washington, meski hingga kini AS belum mengonfirmasikannya secara publik.

    Dalam sebuah unggahan di X, ia menyatakan bahwa sanksi atas ekspor minyak Iran dan penjualan petrokimia telah dihapus, blokade telah dicabut, beberapa aset beku Iran telah dibebaskan, serta sebuah rencana besar rekonstruksi dan pembangunan untuk Iran telah diluncurkan.

    Ia mendeskripsikan langkah-langkah ini sebagai syarat utama Iran yang kini telah tertentu.

    Namun, Warrick memperingatkan bahwa pemberian kelonggaran sanksi mungkin sulit secara politis pelkasanaanya di Washington, utamanya jika memerlukan persetujuan kongres.

    “Kongres sangat tidak senang dari kesepakatan saat ini. Dan sangat tidak jelas ragu apakah Kongres akan setuju untuk mencabut sebagian sanksi yang ingin dicabut Iran,” ucapnya.

    Mobil dan sepeda motor melaju melewati papan reklame yang menampilkan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan mendiang ayahnya Ali Khamenei, dengan slogan “Terima kasih, Iran yang setia,” yang dipasang di sepanjang jalan bebas hambatan menujuBandara Internasional Rafic Hariri di Beirut pada 22 Juni 2026 [AFP]

    MEMBACA  Shalat Jumat Ditiadakan di Masjid Al-Aqsa Terkait Ketegangan dengan Iran

    Tinggalkan komentar