Proyeksi Harga Emas Pekan Ini: Naik jadi Rp2,79 Juta per Gram

Senin, 22 Juni 2026 – 08:33 WIB

Jakarta, VIVA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, harga emas diproyeksikan bergerak dalam rentang yang lebar, mulai dari Rp2,55 juta sampai Rp2,79 juta per gram. Ini menunjukkan tingginya volatilitas sekaligus kuatnya minat investor terhadap aset lindung nilai atau safe haven.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, harga emas dunia tercatat berada di level 4.155 dolar AS per troy ons. Sementara itu, harga logam mulia di dalam negeri ditutup pada posisi Rp2,668 juta per gram.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, arah pergerakan emas pada minggu depan masih sangat dipengaruhi oleh sentimen global, termasuk pergerakan dolar AS, kondisi geopolitik, serta dinamika pasar energi.

Menurut Ibrahim, jika tekanan jual kembali mendominasi pasar, harga emas dunia berpotensi terkoreksi menuju area support pertama di level US$4.088 per troy ons. Pada level tersebut, harga logam mulia diperkirakan berada di kisaran Rp2,648 juta per gram.

Jika tekanan berlanjut, emas bahkan berpotensi jatuh menuju area support kedua di level US$3.859 per troy ons. Dalam skenario ini, harga logam mulia diperkirakan bergerak di sekitar Rp2,55 juta per gram.

Namun di sisi lain, peluang penguatan masih terbuka lebar. Jika sentimen pasar kembali mendorong investor untuk memburu aset aman, harga emas dunia berpotensi naik menuju level resistance pertama di angka US$4.243 per troy ons, dengan harga logam mulia mencapiRp2,688 juta per gram.

Apabila momentum penguatan berlanjut, harga emas dunia berpotensi tembus level resistance kedua di angka US$4.465 per troy ons. Pada skenario tersebut, harga logam mulia diperkirakan mampu menyentuh Rp2,79 juta per gram.

“Jadi, harga emas dunia atau logam mulia untuk satu minggu ke depan adalah harga emas dunia di US$3.859 per troy ons sebagai support-nya dan resistance di US$4.465 per troy ons. Untuk logam mulia satu minggu ke depan berada di kisaran Rp2,55 juta hingga Rp2,79 juta per gram,” kata Ibrahim dalam keterangan suara kepada wartawan, Senin 22 Juni 2026.

Selain emas, pelaku pasar juga memerhatikan pergerakan mata uang global. Ibrahim uga memperkirakan indeks dolar AS berpotensi kembali menguat pada minggu depan dan bergerak di kisaran 99,2 hingga 101,7. Penguatan dolar tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Mata uang Garuda diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.600 hingga Rp18.000 per dolar AS sepanjang penutupan pekan depan.

MEMBACA  Paramount Plus Gratis Selama 2 Bulan dengan Penawaran Spesial 4 Juli Ini

Tinggalkan komentar