Piala Dunia Ini, Lebih Besar Belum Tentu Lebih Baik

Rata-rata pengunjung diperkirakan akan mengeluarkan biaya sekitar $5.400 di AS—jauh di atas $720 hingga $2.500 yang dihabiskan pengunjung di Qatar pada 2022.

Transportasi di turnamen tahun ini secara fundamental berbeda dengan turnamen satu kota di Qatar, atau di Rusia pada 2018, yang menyediakan transportasi umum gratis dan tambahan 500 kereta untuk memudahkan mobilitas.

Tahun ini, karena jarak yang sangat jauh, satu-satunya pilihan bagi penggemar dan tim adalah penerbangan, yang mulai ditambah maskapai untuk mengakomodasi calon wisatawan Piala Dunia.

“Tim dan penggemar kini harus memerhitungkan penerbangan, bukan naik metro, dan implikasi biaya serta karbonnya nyata,” ujar Anagnostopoulos.

Kebutuhan untuk memesan tiket pesawat, bukan kereta atau taksi, juga mungkin menekan permintaan hotel karena biaya perjalanan terlalu tinggi bagi sebagian orang. “Hotel-hotel di AS sudah melaporkan pemesanan di bawah ekspektasi,” kata Anagnostopoulos. “Skala besar tidak menjamin kerumunan akan datang.”

Keamanan

Bagi penyelenggara dan kota tuan rumah, skala turnamen ini menuntut investasi keamanan yang masif, termasuk terhadap ancaman yang mungkin tak terpikirkan oleh tuan rumah sebelumnya.

Pemerintah federal AS telah mengeluarkan hibah senilai $625 juta untuk kota tuan rumah guna mengatasi masalah keamanan. Di atas itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri menyediakan hibah lebih dari $200 juta bagi negara bagian untuk membeli teknologi anti-drone, dengan Kementerian Luar Negeri AS menyoroti meningkatnya akses aktor bermusuhan terhadap drone dan teknologi lainnya.

Di Kanada, otoritas federal mengeluarkan hibah sekitar $104 juta untuk kota tuan rumah Vancouver dan Toronto. Total hibah publik di Kanada dan AS saja mendekati $1 miliar—kemungkinan hanya sebagian kecil dari biaya sebenarnya untuk mengamankan turnamen.

MEMBACA  Ulasan DJI Power 2000: Peningkatan Daya Besar, Sempurna untuk Drone, Pemadaman Listrik, dan Camping

Besar kecilnya turnamen, serta fakta yang melintasi perbatasan, mendorong biaya semakin tinggi.

“Qatar 2022 diuntungkan oleh geografi yang sangat kompak, dengan arena beroperasi dalam lingkungan yang relatif seragam. Piala Dunia 2026 akan melibatkan banyak kota, yuridiksi, badan, dan ekosistem teknologi di Amerika Serikiat, Kanada, dan Meksiko,” kata Leo Levit, ketua Onvif, sebuah organisasi anggota yang fokus pada standardisasi produk keamanan fisik.

“Tantangannya bukan sekadar jumlah sistem yang terlibat, tetapi apakah sistem-sistem tersebut dapat bertukar informasi secara efisien,” tambahnya.

Masa Depan Piala Dunia

Angka-angka tersebut menceritakan kisah sebuah turnamen yang terhimpit oleh ambisinya sendiri. Belum jelas apakah investasi ini akan membuahkan hasil dalam bentuk tiket terjual dan slot iklan yang laku. Lantas, mengapa FIFA mengejar pertumbuhan dengan segala risiko?

Menurut Simon Chadwick, profesor olahraga dan ekonomi geopolitik di SKEMA Business School internasional, alasannya mungkin karena meningkatnya persaingan dari olahraga lain.

“Apa yang coba dilakukan [Presiden FIFA Gianni] Infantino adalah memastikan sepak bola tetap kokoh, relevan, menonjol, dan tidak mulai kehilangan pangsa pasar—kepada NBA, yang eksis di China, India, Afrika, dan kawasan Teluk; kepada NFL, yang mulai merambah Eropa; dan kepada Formula One, yang popularitasnya meroket, khususnya di Amerika Utara,” kata Chadwick.

Tinggalkan komentar