Pemerintah Indonesia lagi mempercepat program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) buat ngurangin rumah tidak layak huni, targetnya 400.000 unit di tahun 2026.
Menteri Perumahan dan Permukiman, Maruarar Sirait, bilang di Jakarta Jumat kemarin, pemerintah lagi ngebut bangun inisiatif renovasi rumah ini.
Contohnya, dia nyebut target renovasi rumah di Jakarta naik drastis dari cuma 158 unit tahun lalu jadi 10.000 unit tahun ini.
Menurut dia, percepatan program ini perlu dukungan dari banyak pihak, termasuk pemerintah daerah sama instansi terkait, biar lancar jaya.
Sirait juga ngapresiasi Kementerian Dalam Negeri yang udah ngeluarin beberapa kebijakan yang menguntungkan masyarakat.
Lebih lanjut, dia bilang pemerintah pake data dari Badan Pusat Statistik (BPS) buat pastiin bantuan nyamperin yang bener-bener butuh, khususnya rumah tangga miskin dan rentan miskin.
Dia tegasin, program renovasi rumah harus dijalankan secara transparan, karena pake uang rakyat. Biarin begitu, kebutuhan material dan anggaran dikasih tahu ke publik, terus banyak pemasok bahan bangunan yang dilibatkan biar ada saingan harga yang adil.
Dia berharap, lewat program ini, jumlah rumah tidak layak huni bisa turun signifikan dari 18,8 juta di tahun 2025.
Dia juga nerangin udah ngusul target BSPS naik jadi 2 juta unit di tahun 2027.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, nila program renovasi rumah ini udah nunjukin kemajuan yang progesif banget.
Dia juga minta pemerintah daerah aktif dukung pelaksanaan program, termasuk dengan ngapain Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan retribusi izin mendirikan bangunan.
Artiker terkait:
- Prabowo setujui program renovasi rumah diperluas untuk 2027
- Menteri Indonesia tegaskan tata kelola dalam program perumahan
- Indonesia perluas bantuan perumahan hingga hampir 9.000 rumah di Sulawesi