Pembicaraan AS-Iran Ditunda Saat Israel Menyerang Lebanon | Berita Perang AS-Israel vs Iran

Teheran menunda perundingan untuk mengkonsolidasikan gencatan senjata akibat serangan Israel yang berkelanjutan di Lebanon selatan.

Dipublikasikan pada 19 Juni 202619 Juni 2026

Rencana perundingan di Swiss antara Amerika Serikat dan Iran untuk membahas poin-poin teknis terkait kesepakatan gencatan senjata mereka telah ditunda.

Kementerian Luar Negeri Swiss mengonf afirmasi pada Jumat pagi bahwa pembahasan yang dijadwalkan berlangsung di Burgenstock itu tidak akan dilanjutkan.

Cerita Rekomendasi

daftar 4 itemakhir daftar

Laporan mengindikasikan bahwa Iran menunda pengiriman delegasinya untuk mendiskusikan isu-isu teknis yang menyangkut kesepakatan gencatan senjata—yang ditandatangani secara elektronik oleh kedua negara pada Rabu kemarin—dikarenakan kampanye militer Israel yang sedang berlangsung di Lebanon.

Serangan Israel semalam hingga Jumat dilaporkan menewaskan setidaknya 16 orang di Lebanon selatan, dengan Hezbullah yang terafiliasi Iran melaporkan adanya pertempuran sengit.

Perundingan Tertunda

Sebuah seremoni yang diikuti oleh diskusi direncanakan berlangsung di Resor Burgenstock di Stansstad, dekat Lucerne di Swiss tengah.

Reso tersebut dimiliki oleh Katara Hospitality, bagian dari dana kekayaan negara Qatar yang turut memediasi perdamaian dalam konflik ini.

Pada hari Jumat, dalam sebuah pesan kepada AFP, kemenlu Swiss menyatakan: “Perundingan yang direncanakan antara AS, Iran, Qatar, dan Pakistan telah ditunda.”

“(Kami) tetap siap untuk memfasilitasi diskusi ini. Persiapan lanjutan di Burgenstock terus berjalan,” tambah pernyataan tersebut tanpa memberikan jadwal baru untuk pertemuan itu.

Pengumuman ini disusul laporan dari Al-Mayadeen bahwa Iran menunda pengiriman delegasi mereka ke Swiss terkait operasi ofensif Israel di Lebanon yang masih berlangsung.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis menyatakan bahwa militernya akan tetap berada di “zona aman” Lebanon selatan selama “kebutuhan keamanan Israel membutuhkannya”.

MEMBACA  Presiden Lula Tegaskan Brasil Tolak 'Perang Dingin Baru'

Israel dan Hezbullah bukanlah pihak dalam perjanjian tersebut, namun Iran bersikukuh bahwa Israel harus mundur dari area luas Lebanon selatan yang kini diduduki.

Logistik Tak Pernah ‘Sederhana atau Bisa Diprediksi’

Dorongan AS untuk memulai perundingan berisiko tinggi dengan Iran secara cepat menemui hambatan hanya dua hari setelah penandatanganan nota kesepahaman 14 poin dengan AS yang menetapkan kerangka negosiasi dalam periode perundingan 60 hari.

Wakil Presiden JD Vance telah bersiap melakukan penerbangan malam untuk bertemu rekan sejabatnya dari Iran di resor pegunungan di desa kecil Swiss, Obburgen.

Stafnya serta sekelompok kecil jurnalis bahkan sudah berkumpul di Pangkalan Gabungan Andrews di luar Washington untuk menunggu keberangkatan.

Sementara itu, puluhan pejabat Gedung Putih, staf pendukung logistik, dan lebih banyak awak media sudah berada di Swiss untuk mempersiapkan kedatangan Vance yang dinanti.

Namun, tiba-tiba pada Kamis malam, perjalanan itu dibatalkan.

Gedung Putih mengeluarkan pernyataan bahwa Vance—yang ditunjuk Presiden Donald Trump untuk memimpin perundingan—dan delegasinya sudah siap bernegosiasi, namun tidak dapat memfinalisasi rencana; sang wapres akan tetap berada di Washington.

“Logistik negosiasi ini tidak pernah sederhana atau dapat diprediksi,” demikian bunyi pernyataan itu.

Juga pada hari Kamis, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif membatalkan perjalanannya ke Swiss, seperti diungkapkan juru bicaranya kepada AFP.

Tinggalkan komentar