Beijing (ANTARA) – Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan bahwa komitmen pendanaan sebesar US$17 miliar yang diperoleh dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) merupakan fasilitas pinjaman biasa.
“Hutang ini adalah fasilitas normal yang biasa diberikan ke negara-negara lain dengan suku bunga yang sama,” kata Purbaya di Beijing, China, pada Kamis malam.
Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan dengan Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, perwakilan People’s Bank of China (PBOC), AIIB, dan investor selama kunjungan resminya ke China pada 16-19 Juni.
“Kami berhasil mendapatkan komitmen pinjaman senial US$17 miliar hingga 2029. Artinya, AIIB sudah menyediakan dananya. Pertanyaanya sekarang, apakah kita akan menggunakannya untuk membiayai proyek infrastruktur?” ujar Purbaya.
Komitmen pendanaan ini bagian dari kerangka Multi-Year Rolling Pipeline yang telah disepakati dengan AIIB.
Purbaya juga mengatakan, AIIB tertarik untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta.
“AIIB juga menyatakan minat untuk mendirikan kantor di Jakarta. Kami bilang, kami terbuka dengan ide itu, dan kemungkinan kantor tersebut akan berada di Jakarta,” jelasnya.
Menteri menambehkan, pemerintah akan memfasilitasi rencana tersebut, dan persiapan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun.
“Targetnya Juni tahun depan. Mungkin mereka mulai memindahkan sebagian operasinya dan bekerja dari kantor itu saat itu,” katanya.
Purbaya juga mengungkapkan, AIIB terus menunjukan keyakinan yang kuat terhadap kondisi fiskal Indonesia. Menurutnya, lembaga tersebut tidak punya kekhawatiran soal pengelolaan fiskal atau prospek ekonomi Indonesia.
“Mereka percaya kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,” ujarnya.