Film Indonesia Kuasai Pasar Domestik dengan Pangsa 67 Persen: Kata Menteri

Jakarta (ANTARA) – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan bahwa film lokal sekarang mendominasi pasar domestik. Hal ini terlihat dari pangsa pasarnya yang sudah mencapai 67 persen sampai saat ini.

“Orang Indonesia sekarang lebih suka nonton film Indonesia. Pangsa pasarnya 67 persen. Kurang lebih 67 persen film yang diputar di bioskop adalah film Indonesia,” kata Zon dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Meski begitu, dia mengakui kalau distribusi film masih mengalami tantangan, terutama di daerah-daerah yang belum punya layar bioskop.

Menurut dia, ketersediaan bioskop yang tidak merata ini erat kaitannya dengan investasi. Makanya dia minta pihak swasta untuk ningkatin investasi demi mendukung pembangunan bioskop.

“Kami berharap pihak swasta mau turun tangan, karena ini soal bisnis,” tambahnya.

Menteri juga menyatakan siap untuk berkoordinasi dengan Danantara soal masalah ini, supaya distribusi film nasional bisa lebih merata di seluruh Indonesia.

Selain itu, pemerintah juga sudah ngajuin tambahan pagu anggaran sebesar Rp3,9 triliun untuk tahun depan. Sebagian dari dana itu akan dipake buat mendukung perkembangan industri film ya.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) lagi nyusun draf revisi Undang-Undang Film.

“Revisi ini bakal bikin undang-undang lebih gampang beradaptasi sama kemajuan teknologi informasi, AI, dan perkembangan lainnya. Ini juga akan termasuk perbaikan di kelembagaan, kayak BPI, Lembaga Sensor Film (LSF), dan lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, data dari BPI menunjukkan, sampai Februari 2024, Indonesia punya 517 lokasi bioskop dengan total 2.145 layar yang tersebar di 115 kabupaten dan kota.

Sementara itu, Wakil Ketua LSF Noorca M. Massardi pada 3 Oktober 2024 bilang, Indonesia punya sekitar 800 gedung bioskop dengan kurang lebih 3.000 layar di seluruh wilayah.

  • Translator: Sinta, Kenzu
  • Editor: AzisKurmala
  • Copyright © ANTARA 2026
MEMBACA  TransNusa Peroleh Tambahan Frekuensi Penerbangan dari Bandara Changi Singapura pada 2026—Maskapai Indonesia Pertama yang Raih Keistimewaan Tersebut

Tinggalkan komentar