Apakah UAL Mengungguli Sektor Industri?

United Airlines Holdings, Inc. (UAL) punya kapitalisasi pasar sebesar $38.5 miliar. Perusahaan induk maskapai besar ini menyediakan layanan transportasi penumpang dan kargo di AS, Kanada, Atlantik, Pasifik, dan Amerika Latin. Dengan armada utama dan regional, mereka menghubungkan destinasi global, plus menawarkan jasa ground handling, pelatihan penerbangan, perawatan, dan program loyalitas.

Perusahaan bernilai $10 miliar atau lebih biasanya disebut saham “large-cap,” dan United Airlines masuk kriteria itu. Mereka kasih layanan lewat website, aplikasi, agen perjalanan, dan perantara lainnya.

Saham perusahaan yang berbasis di Chicago, Illinois ini udah turun 4,8% dari level tertinggi 52-minggunya di $124.79. Dalam tiga bulan terakhir, saham UAL naik 31,3%, lebih tinggi dari return State Street Industrial Select Sector SPDR ETF (XLI) yang cuma 8,1%.

Dalam jangka panjang, saham United Airlines naik 50,9% selama 52 minggu terakhir, melampaui kenaikan XLI sebesar 26,3%. Tapi secara YTD, saham ini cuma naik hampir 6%, lebih rendah dari XLI yang naik 16%. Saham UAL sudah diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200-hari sejak tahun lalu.

Saham United Airlines jatuh 5,6% setelah rilis hasil Q1 2026 pada 21 April, karena perusahaan ngasih panduan yang lebih lemah dari perkiraan. Perkiraan EPS Q2 disesuaikan antara $1 – $2 (titik tengah $1,50), dan EPS setahun penuh $7 – $11. Prospek mengecewakan ini disebabkan lonjakan biaya bahan bakar terkait konflik Iran. United memperkirakan bayar sekitar $4,30 per galon untuk avtur di Q2, dan cuma bisa pulihkan 40% – 50% dari kenaikan harga bahan bakar lewat tarif dan pendapatan lain.

Meskipun EPS Q1 yang disesusaikan sebesar $1.19 lebih baik dari dugaan, dan pendapatan naik 10,6% jadi $14,6 miliar, investor fokus ke tekanan margin dari kenaikan biaya bahan bakar yang naik 12,6% jadi $340 juta, dan prospek laba yang lebih lemah.

MEMBACA  Kepercayaan terhadap Audit di Inggris Meningkat, Namun Publik Perlu Reformasi dan Laporan yang Jelas

Sebagai perbandingan, saingan Delta Air Lines (DAL) lebih unggul dari UAL, dengan keuntungan YTD sebesar 19,8% dan 75,7% dalam 52 minggu terakhir.

Karena kinerja UAL yang lebih baik dibanding sektor indusri tahun lalu, analis tetap sangat optimistis. Dari 25 analis yang ngempok saham ini, ada rating konsensus “Strong Buy,” dan target harga rata-rata $132.22—artinya premium 11,6% dari level saat ini.

Pada tanggal publikasi, Sohini Mondal tidak punya posisi (langsung atau tidak langsung) di saham mana pun yang disebut di artikel ini. Semua informasi hanya untuk tujuan informasi. Artikel ini aslinya diterbitkan di Barchart.com.

Tinggalkan komentar