Waymo mengajukan *recall* keselamatan untuk keempat kalinya sejak Februari 2024 menyusul insiden mobil tanpa pengemudi mereka yang memasuki zona konstruksi jalan bebas hambatan yang sudah ditutup.
Penarikan kembali yang didaftarkan ke *National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA)* pada 17 Juni lalu itu diperkirakan berdampak pada seluruh armada Waymo di AS, mencakup 3.871 kendaraan yang menggunakan sistem mengemudi otomatis (ADS) generasi ke-5 milik Waymo.
NHTSA memperkirakan bahwa semua unit yang terdampak mengandung cacat tersebut—sebagaimana dijelaskan dalam laporan *recall*—dimana “dalam situasi tertentu, kendaraan otonom dapat memasuki dan melaju dengan kecepatan tinggi ke zona konstruksi jalan bebas hambatan. Hal ini disebabkan oleh prioritas yang tidak tepat dalam menghindari bahaya lain di jalan bebas hambatan atau kegagalan dalam mengenali zona konstruksi itu sendiri.”
Waymo mulai menawarkan perjalanan di jalan bebas hambatan pada akhir tahun 2025 silam, dan akar permasalahannya tampaknya terletak pada kegagalan logika prioritas. Berdasarkan pengajuan ke NHTSA, ADS kadang gagal mendeteksi zona konstruksi; sementara di kasus lain, kendaraan justru secara aktif memilih melintasinya karena terlalu sibuk menghindari bahaya lain. Kedua kondisi ini sama-sama berpotensi menghasilkan mobil tanpa pengemudi yang melaju kencang di area kerja yang sudah ditutup.
Insiden yang memicu *recall* ini dimulai pada awal tahun ini. Tanggal 11 dan 19 April lalu, kendaraan Waymo di Phoenix melaju melewati rambu penutupan jalan masuk ke zona konstruksi yang sudah direncanakan. Komite Keselamatan Lapangan Waymo merespons dengan membatasi operasi di jalan bebas hambatan.
Selanjutnya, pada 18 Mei, tujuh kendaraan Waymo di kawasan Teluk San Fransikso nekat melaju di antara kerucut konstruksi[1] memasuki jalur yang ditutup secara aktif. Meski tidak ada laporan tabrakan atau cedera, rangkaian insiden kedualah yang mendorong perusahaan untuk memberlakukan stop total (*ban*) berkendara di jalan bebas hambatan secara lebih luas. Dewan Keselamatan Waymo meninjau masalah ini pada 1 Juni dan memutuskan untuk mengeluarkan *recall* resmi pada 8 Juni.
“Misi Waymo adalah menjadi pengemudi paling terpercaya di dunia, dan data menunjukkan bahwa kami membuat jalanan lebih aman di komunitas tempat kami beroperasi,” demikian pernyataan Waymo seperti dikutip via surel kepada WIRED. “Kami mengidentifikasi satu area yang perlu ditingkatkan terkait kinerja di sekitar zona konstruksi jalan bebas hambatan. Secara sukarela kami membatasi operasi kami di jalan bebas hambatan bulan lalu sambil melakukan upaya perbaikan, secara proaktif memberi tahu regulator negara bagian dan federal, dan memutuskan untuk mengajukan *recall* perangkat lunak sukarela pada NHTSA.”
Yang krusial, perbaikan perangkat lunak untuk masalah berpotensi berbahaya ini belum tersedia. Bahkan, pengajuan ke NHTSA mencatat bahwa solusi permanen masih “dalam tahap pengembangan.”
Sebagai respon sementara, Waymo melarang semua kendaraannya menyentuh jalan bebas hambatan secara penuh—sebuah pembatasan operasional signifikan bagai perusahaan yang sebelumnya menyediakan layanan tersebut di San Francisco, Los Angeles, Phoenix, hingga Miami.
Akan tetapi, oleh karena Waymo adalah pemilik tunggal setiap kendaraan dalam armadanya, tidak ada pemilik lain yang perlu dihubungi. Jika solusi sudah diprogram, akan langsung dikirimkan melalui pembaruan perangkat lunak ADS secara nirkabel (*over-the-air*).
Ini adalah keempat kalinya dalam kurun hampir 28 bulan Waymo harus mengeluarkan *recall* keselamatan. Pada Mei 2025 lalu, Waymo menarik 1.212 robotaxi setelah bertabrakan dengan pembatas jalan statis, menyusul evaluasi awal NHTSA yang mengonfirmasi setidaknya tujuh insiden sejak Desember 2022 hingga April 2024. Lalu pada Mei tahun ini, Waymo juga menarik 3.791 unit beberapa lama setelah salah satu robotaxinya menerobos masuk ke jalan tergenang di San Antonio yang tak bisa dilalui dan terseret hingga ke kali kecil.
Rupanya, *recall* terbaru ini tidak memberi dampak pada armada generasi ke-6 Waymo yang terbaru. Untuk sementara, kendaraan perusahaan akan tetap beroperasi untuk jalanan permukaan di Amerika Serikat.