Lebih dari 1.000 orang di Gaza tewas sejak ‘gencatan senjata’ yang ditengahi AS antara Hamas dan Israel disepakati pada bulan Oktober.
Diterbitkan 17 Jun 202617 Jun 2026
Lebih dari 1.000 jiwa di Gaza melayang sejak gencatan senjata Oktober yang ditengahi AS antara Hamas dan Israel disetujui, sementara situasi kemanusiaan di wilayah yang terkepung itu masih tetap mengerikan tanpa perbaikan berarti.
Kementerian Kesehatan Palestina, pada hari Rabu, mengumumkan bahwa serangan Israel di berbagai titik di Gaza telah merenggut 1.005 warga Palestina sejak kesepakatan tersebut tercapai.
Konten Rekomendasi
Kami berduka ketika Gaza kembali mencapai titik tragedi lain. Ribuan orang yang sempat diyakinkan bahwa masa terburuk telah berlalu kini masih harus menguburkan orang-orang tercinta mereka,” ujar Fikr Shalltoot, direktur Gaza dari Medical Aid for Palestinians.
Gencatan senjata memang berhasil meredam pertempuran besar, tetapi belum ada kata sepakat untuk melaksanakan fase kedua yang lebih sensitif, di mana tentara Israel diproyeksikan mundur dari Gaza dan Hamas melucuti persenjataan mreka.
Sejak Oktober, Israel semakin memperkokoh kehadirannya di wilayah Palestina dan kini mengendalikan 64 persen Jalur Gaza, naik dari 53 persen yang semula direncanakakn dalam perjanjian.
Jumat lalu, puluhan famili di Gaza timur terpaksa mengungsi setelah pasukan Israel memasang balok semen kuning yang mengindikasikan perluasan apa yang disebut ‘Garis Kuning’ ke arah barat, seperti dilaporkan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan