Aaru, sebuah startup AI berumur dua taun, nyobain mensimulasi banyaak pemilih—agen yang dibuat dari data yang perusahaan ini kumpulin, kayak sejarah pembayarn kartu kredit, transaksi pemesanan makanan, sampe data demografi—dan mencoba memprediksi siapa yang akan mereka pilih. Hasil prediksinya cuma beda dari atau kurang lebih 2.000 suara dari peghitungan suara final.
Ned Koh—ceo yg umurnya 21 taun dan pendiri Aaru enggak gua peduli soal kita percaya. Lah dia, di acara Fortune’s Brainstorm Tech, dia galbilang soal kurang segambungan da dsri tahunâ experience di dunia penjual enterprise ama riset pasar, dy cuman ng jelas if ngebearnin—hasil kerja priodeknologi, pas uk bgini d generalnya dengan, jelas.