Waktu American Express mulai mengurani kartu kredit khusus untuk klien non-Amerika yang simpan uang di bank dan brokerage AS, banyak institusi jadi bingung cari pengganti buat nasabah paling penting mereka. Sekarang, ada startup yang coba isi celah ini dengan kartu premium lewat WhatsApp yang bikin traveler internasional bisa pakai aset mereka untuk belanja.
Karta, startup dari Miami yang didiriin oleh Freddy Juez dan Orlando Espinoza, ngumumin hari Rabu bahwa mereka udah dapet pendanaan Series A sebesar $15 juta dipimpin oleh Galaxy Ventures, sama investor baru Illuminate dan investor lama Canary dan Clocktower Ventures. Mereka juga ngumumin fasilitas utang $125 juta dari CIM, perusahaan investasi yang spesialis di fasilitas kredit.
Cara kerjanya simpel. Klien yang tinggal di luar AS tapi punya uang di bank atau brokerage Amerika, daftar lewat institusi mitra dan bisa disetujuin dalam hitungan menit, tanpa perlu nomor Social Security atau NPWP Orang Pribadi. Kalau udah disetujui, mereka dapet kartu Karta yang diterbitkan dari AS dengan limit kredit sampai $200,000.
Klien bisa langsung pakai kartu virtual, terus kartu fisik Visa akan nyusul, dan hampir semua aktivitas—seperti peringatan, sengketa, dan permintaan layanan tamu—lewat WhatsApp 24 jam. Kartu ini punya keuntungan khas Visa premium, termasuk tanpa biaya penukaran valas, poin reward, dan akses ke acara undangan eksklusif.
“Kalau lo pikirin semua use case startup yang ada, sebagian besar—kalo nggak semua—itu kartu debit. Nggak ada yang bisa bikin kartu kredit tanpa jaminan, secara global,” kata Juez ke Fortune. “Terus kita mikir, gimana ide soal Karta.”
Isi celah di pasar
American Express udah lama mendominasi celah ini dengan program International Dollar Card, yang kasih klien non-AS yang punya aset di bank Amerika buat belanja dolar pas travelling. Waktu AmEx mulai ngurangin penawaran kartu dolar mereka, bank swasta dan manajer kekayaan yang pake itu mulai cari alternatif untuk klien yang sering jalan-jalan.
Menurut Juez, itu lah waktu mereka mulai dateng ke dia buat isi kebutuhan pasar itu. Karta awalnya cuma maen itung-in dapet sedikit institusi di tahun-tahun awal, katan, tapi minatnya dengan kilat naik lebih dari yang dipikir saat perusahaan-perusahaan cari kartu dolar baru buat nasabah traveling utama mereka.
Sekarang peruhsaan ini kerja sama dengan kira-kira 85 bank swasta dan manajer kekayaan, yang nawarin kartu Karta ke nasabahnya untuk tetep bisa pake produk dolar AS setelah AmEx mundur. Mitra perbankan termasuk Itaú, Raymond James, dan XP International US, sama institusi lainnya.