Michael Burry, investor terkenal dari film “The Big Short”, sempet kepikiran untuk ngelawan orang terkaya di dunia soal IPO perusahaan barunya.
Burry bilang dia sempet tertarik untuk pasang taruhan lawan SpaceX, perusahaan roket milik CEO Tesla, Elon Musk.
SpaceX baru aja go public minggu lalu dan sahamnya udah naik lebih dari 25%. Nilai perusahaan udah melonjak sampe hampir $3 triliun, bahkan sempet ngelampauin Amazon-nya Jeff Bezos.
Tapi disetiap orang yang optimis sama rencana Musk bikin koloni manusia di Mars, ada investor yang ragu apakah rencana itu bakal berhasil. Burry, dengan gaya khasnya, terang-terangan nanya soal itu.
Dalam postingan Substack, analis yang terkenal karena prediksi krisis perumahan sebelum krisis keuangan 2008 bilang dia udah liat beberapa opsi trading untuk bertaruh lawan perusahaan Musk.
“Saya ga terlibat dengan SpaceX sekarang. Ga short, eh, ga long juga,” tulis Burry hari Selasa, lansir CNBC. Opsi put yang jatuh temponya sebentar—misalnya Juni 2027—harganya sekitar $13 dengan saham di $212, kata Burry. Put yang berakhir Desember 2026 dihargai sekitar $6.75, tambahnya.
Burry “tergoda sama yang itu. Tapi makasih, ga jadi,” katanya soal opsi short tadi.
Dia ga percaya sama nilai perusahaan Musk yang bikin melongo, yang dia sebut “dasarnya perusahaan ruang angkasa kecil, telecom niche, perusahaan media sosial yang bermasalah, dan versi ringan Coreweave.”
Investor sempet dapet kesempatan liat laporan keuangan perusahaan sebelum IPO-nya lewat dokumen S-1, yang nunjukin kalo pendapatan naik, kerugian juga naik. Kayak yang dilaporin Fortune sebelumnya, Space Exploration Technologies Corp (SpaceX) tumbuh stabil—total pendapatan setahun $18.7 miliar di 2025 naik sekitar 33% dari $14.1 miliar di 2024—tapi kerugiannya juga makin cepet.
Sampe 31 Maret, SpaceX udah ngumpulin “defisit akumulasi” sebesar $41.3 miliar, dengan kerugian bersih $4.27 miliar di Q1 taun ini, dibanding $528 juta di periode yang sama taun lalu.
Fortune juga laporin analisa David Trainer dari firma riset New Constructs, yang nunjukin kalo hampir 80% modal yang diharapkan dari IPO udah dipake. Dari dokumen S-1, Trainer nemuin $62.8 miliar (78%) dari perkiraan $80 miliar modal udah dikhususin buat orang dalam dan vendor. Khususnya, SpaceX janji bayar lebih dari 75% hasilnya itu ke pihak ketiga, Valor Equity Partners (pemegang saham besar), Musk X Corp., dan investor xAI buat bayar utang, dan Echostar untuk “Penyelesaian Akuisisi Spektrum.”
Musk emang orang yang super sibuk—ngatur perusahaan EV Tesla, ngego publik-in SpaceX, ngawasin perusahaan media sosial X, dan pernah jadi kontroversi di Administrasi Trump taun lalu—tapi meski gitu, dia masih ada waktu buat ngelawan orang yang ngelawan dia.
Pertengkarannya sama pendiri Microsoft Bill Gates lumayan terkenal, dan taun lalu dia ngulang argumen lama dengan klaim kalo Gates masih pegang posisi short “gila” lawan Tesla.
“Kalo Gates belum nutup posisi short gila yang dia pegang lawan Tesla selama ~8 taun, dia sebaiknya cepet lakuin itu,” kata Musk di postingan November.
Permusuhan mulai tahun 2022 pas Gates dilaporin short saham Tesla senilai $500 juta, yang bikin Musk SMS dia dan bersikap “super jahat,” kata Gates di wawancara ama penulis biografi Musk, Walter Isaacson. Waktu itu, Musk nanya Gates apa dia punya posisi short—dan Gates iya-in—lalu bilang dia mau kerja sama sama CEO Tesla buat filantropi.
Musk dilaporin jawab: “Maaf, saya ga bisa anggap serius filantropi anda tentang perubahan iklim kalo anda punya posisi short massive lawan Tesla, perusahaan yang paling berusaha ngatasin perubahan iklim.”
Burry mungkin nanti bakal mingkin napsu buat nglawan SpaceX—tapi Musk ga pernah gampangan liat serangan kaya gitu di masa lalu.