Gelombang Inovasi Baru di Industri Kecantikan oleh Gen Z dan Usia Produktif

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Industri kecantikan di Indonesia terus nunjukin perkembangan yang menjanjikan, karena kebutuhan konsumen dari kalangan usia produktif dan Gen-Z makin meningkat.

CEO PT Sinar Multi Kemindo, Endah Prasetyorini, bilang kalau pengembangan industri kecantikan itu butuh fondasi yang kuat dan nggak bisa andelin pendekatan instan.

Baca juga: Mikha Tambayong Bongkar Tekanan Standar Kecantikan di Industri Hiburan Sejak Usia 13 Tahun

Makanya, sinergi antara SMK dan Moellhausen ini bukan sekadar formula instan, tapi jadi fondasi strategis yang bantu brand lokal siapin diri hadapi standar pasar global.

“Kami percaya bahwa *innovation, sustainability, and partnership for the future* adalah rangkaian yang nggak bisa dipisahin buat capai kesuksesan sebuah produk,” ucap Endah Prasetyorini yang akrab disapa Orin.

Menurut dia, masih banyak pelaku industri yang nganggep SMK cuma produsen barang jadi. Padahal, peran utama perusahaan itu adalah ngadain teknologi bahan baku, ngembangin formulasi, dan konsep inovatif yang jadi dasar lahirnya produk berkualitas tinggi.

Dukungan itu dikasih secara menyeluruh, dari proses ngembangin ide, formulasi berdasarkan tren pasar, sampe pendampingan teknis pas tahap *scale-up* dan komersialisasi.

Baca juga: Raina, Penari Jaipong Muda Asal Bogor yang Buktikan Budaya Sunda Tetap Eksis di Mata Gen Z

Pendekatan ini dianggap penting, apalagi industri kecantikan sekarang makin kompetitif dan butuh diferensiasi produk yang kuat.

Di sisi pengembangan wewangian, Moellhausen ngasih pendekatan kreatif lewat konsep *scented postcard* yang gabungin sains dan emosi dalam produk parfum.

Konsep itu memungkinkan aroma jadi media buat menghadirkan lagi kenangan, suasna, dan karakter suatu tempat ke konsumen.

Country Manager Indonesia Moellhausen, Andreas Setia Budi, jelasin kalau *fragrance* punya peran penting dalam ngebersirin keterikatan emosional sama konsumen.

MEMBACA  Telkomsel dan IM3 Ketat, XL Tampil Mengejutkan: Inilah Juaranya

“Kami percaya setiap parfum punya cerita kanggo diceritain. *Frangrance* adalah salah satu komponen penting buat nyampein cerita itu secara emosional ke konsumen. Lewat konsep *scented postcard*, aroma bisa jadi media yang menjembatani ruang geografis dan ngasih pengalaman olfaktif yang universal,” katanya.

Baca juga: Banyak Kemunculan Berbagai Inovasi Produk, Industri Kecantikan Berkembang Pesat

Pendekatan berbasis koneksi emosional ini, lanjutnya, dianggap jadi peluang gede buat merek kecantikan lokal untuk bangun identitas yang kuat seningkatkan daya tarik di pasar global.

Dengan gabungin karakter khas Indonesia dan kualitas internasional, produk lokal punya peluang lebih besar untuk diterima konsumen mancanegara.

Prospek industri kecantikan national juga makin terbuka seiring pertumbuhan populasi Indonesia yang rata-rata nyampe 1,1 persen per tahun.

Kondisi ini ngasih kebutuhan konsumen yang makin beragam, mulai dari generasi muda yang utamain ekspresi diri dan keefisienan, kelompok usia produktif yang fokus ke efektivitas produk, sampe konsumen lanjut usia yang kedepankan kenyamanan.

Tinggalkan komentar