Kegilaan Memaksakan Kesesuaian dalam Logika

loading…

Juru Bicara PDIP Guntur Romli nanggapi siaran pers yang dikeluarkan oleh kelompok yang menamakan diri BEM Bersatu. Foto: Nur Khabibi

JAKARTA – Juru Bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Guntur Romli nanggapin siaran pers dari kelompok “BEM Bersatu”. Guntur bilang, pihaknya merasa perlu buat ngelurusin distorsi informasi dan penyesatan opini yang sengaja dibangun lewat metode ‘cocokologi’ yang sangat dipaksakan.

“Tuduhan yang mengaitkan aksi mahasiswa nolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama PDIP itu fitnah nggak berdasar, absurd, dan ngediain integritas gerakan moral mahasiswa,” kata Guntur Romli di keterangan tertulisnya ke SindoNews, Selasa (16/6/2026).

Baca juga: Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi

Makanya, pihaknya nyatain poin-poin bantahan sebagai berikut:

1. Kegilaan Logika “Cocokologi” yang Dipaksakan
Tuduhan keterlibatan PDI Perjuangan cuma didasarin dari rantai asumsi yang dipaksakan dan konyol. Faktanya: Siti Nuraeni dan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso bukan kader atau pengurus PDI Perjuangan.

“Menghubungin kepemilikan kendaraan (mobil Fortuner) milik warga sipil (Siti Nuraeni), lalu ditarik ke hubungan saudara (Setyo Sularso), terus ke hubungan besan (Andika Perkasa), buat lompat ke kesimpulan kalo PDI Perjuangan di balik aksi mahasiswa, itu sesat pikir (fallacy) yang nyata,” ujarnya.

Di realitas sosial dan politik, kata Guntur Romli, pilihan politik antar adik, kakak, atau besan belom tentu sama dan nggak bisa digeneralisir secara serampangan.

MEMBACA  Bisakah Anda Mengenal Apple? Buktikan Dalam Grand Tebak-Tebakan CNET: Edisi Apple

Tinggalkan komentar