Diberi Kartu Kredit oleh Orang Tua di Usia 16 Tahun untuk Membangun Riwayat Kredit, 6 Tahun Kemudian ia Temukan Utang Rp600 Juta Menumpuk

Membuat anak menjadi pengguna yang sah di kartu kredit bisa jadi salah satu hadiah terbesar yang orang tua kasih. Hadiah jangka pendeknya adalah anak remaja atau dewasa muda bisa pakai kartu itu buat bayar kebutuhan penting, kayak bensin atau buku kuliah. Manfaat jangka panjangnya, anak bisa mulai membangun sejarah kredit.

Tapi, gimana kalau ‘hadiah’ ini malah jadi masalah besar?

Bayangin Emily, yang dapet kartu kredit dari orang tuanya pas umur 16. Sekarang Emily udah 22 tahun dan baru lulus kuliah. Dia udah punya kartu ini selama enam tahun dan cuma inget ngisi sekitar $6,000 selama itu.

Tapi pas dia bikin akun Credit Karma, ngeliat profilnya, dia kaget karena kartu ini punya utang sebesar $40,000. Lebih parahnya lagi, utang itu ngerusak skor kredit dia. Dia mulai panik. Gimana caranya utang sebanyak itu bisa numpuk — dan yang lebih parah, gimana cara bayarnya?

Gimana Emily bisa keluar dari lubang ini?

Gimana Cara Kerja Kartu Kredit untuk Pengguna Sah

Banyak remaja atau dewasa muda gak ngerti cara kerja jadi pengguna sah di kartu kredit orang tuanya. (Orang tuanya aja mungkin juga gak ngerti sepenuhnya.) Si anak pikir ini kartu kredit dia sendiri. Atau, dia taunya cuma pengguna sah aja, tapi gak paham artinya.

Pas orang tua Emily ngasih kartu atas nama dia, mereka adalah pemilik utama akunnya. Jadi, semua pembelian yang dibuat oleh mereka bertiga muncul di tagihan kartu kredit.

Orang tua Emily memutuskan nambahin dia sebagai pengguna sah daripada cuma ngasih uang bensin. Jadinya dia bisa langsung swip kartu di pom bensin. Karena nama dan profil creditnya terhubung ke kartu itu, dia bisa mulai bangun kredit sejak muda.

MEMBACA  Bagaimana Hutang Pajak Dibagi Selama Perceraian

Gimana caranya bangun kredit? Idealnya, orang tuanya bayar tagihan secara rutin. Riwayat pembayaran itu 35% dari skor FICO. Usia kredit juga 15%, jadi dengan punya kartu kredit selama enam tahun waktu lulus, skor chredit Emily seharusnya bagus.

Orang tuanya mungkin mau bantu Emily, tapi utang kartu kredit $40.000 ini justru ngerusak skornya. Karena gak bayar tagihan rutin dan dublin kek numpuk, bagian riwayat pembayaran di skornya jadi parah. Jumlah yang terutang juga 30% dari skor FICO. $40.000 itu mayan besar dibanding total limit kartunya, yang bikin skornya makin turun.

Pas anak jadi pengguna sah, kebiasaan keuangan orang tua bisa ngaruh ke mereka. Tapi kebalikannya juga — kalau orang tua sombung hutang, anak kena dampak langsung kayak gini.

Utang Kartu Kredit $40,000 BUKAN Tanggung Jawabnya

Utang sebanyak ini pasti ngaruh ke skor credit-nya, tapi ada berita baik kok: Dia gak punya tanggung jawab secara hukum untuk melunasi $40,000 yang numpuk sama orang tuanya.

Orang tuanya yang pemimpin, mereka yang harus bayar $40.000 plus denda. Pihak penagihan kadang salah alamat dan mungkin hubungi Emily, tapi dia berubah tidak wajib bayar dan agen penagihan MANAPAUN gaboleh paksain dia.

Gimana sih kalau orang tua Emily gak bisa bayar? Malah nagih babs lebih banyak? Walaupaun ini risiko keras buat keluarga, Emily bisa ngurangiakerugian dder skor kredit dengan cara sdombak dektelu hejika au retua.**

Tinggalkan komentar