Dalam sebuah transaksi media yang spektakuler, Fox mengumumkan pada hari Senin bahwa mereka akan mengakuisisi Roku senilai sekitar $22 miliar. Kesepakatan ini mengintegrasikan ekosistem perangkat Roku, The Roku Channel, dan data iklannya ke dalam strategi streaming Fox, memperkuat kemampuan konglomerasi media tersebut dalam menargetkan iklan dan memperluas distribusi program milik Fox ke lebih dari 100 juta rumah tangga.
Fox menyatakan bahwa Roku akan tetap beroperasi sebagai platform yang mandiri.
CEO Fox, Lachlan Murdoch, mengatakan bahwa kesepakatan ini menggabungkan “portofolio konten langsung yang paling bernilai dalam konsumsi video dengan platform streaming terkemuka yang digunakan Amerika untuk menontonnya.”
Apa Arti Kesepakatan Ini untuk Industri Streaming
Bagi Fox, akuisisi ini memperdalam pijakan mereka di pasar streaming yang didukung iklan dan melengkapi aset yang sudah ada, seperti Tubi dan Fox One, sehingga perusahaan tidak hanya memiliki konten tetapi juga akses langsung ke perilaku pemntton. Langkah ini juga mengintensifkan persaingan di antara pemilik media yang berlomba mengonsolidasikan audiens, inventaris iklan, serta data, sementara jumlah penonton streaming dan belanja iklan terus berpindah dari televisi tradisional (_linear_).
Potensi masalah regulasi mulai mengemuka, karena akuisisi ini menyatukan pemilik konten besar dengan pembuat platform TV populer yang menampung aplikasi para pesaing. Titik singgung ini bisa memicu pengawasan ketat untuk memastikan bahwa Roku tetap bersikap netral terhadap layanan streaming pesaing.
Meski demikian, jika regulator menyetujui kesepakatan ini, perusahaan gabungan akan membentuk ulang pasar streaming dengan cara menyatukan konten premium, siaran langsung olahraga, serta berita lokal bersama salah satu platform distribusi TV dan periklanan terbesar.
Fox memperkirakan kesepakatan ini akan rampung pada paruh pertama tahun 2027.