Badung, Bali (ANTARA) – Perushaan energi milik negara, PT Pertamina, nerapakn pengawasan kualitias yang ketat dalam distribusi bahan bakar penerbangan di Bali buat mendukung operasi penerbangan yang aman, seiring prediksi lonjakan perjalanan selama liburan pertengahan tahun 2026.
“Ini penting banget karna langsung terkait sama keselamatan penerbangan,” ujar Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, saat nginpeksi Terminal Bahan Bakar Penerbangan Ngurah Rai (AFT) di Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu.
Sebagai bagian dari operasinya, perushaan melakukan inspeksi rutin, uji visual, dan pemeriksaan spesifikasi produk. Mreka juga nerapin langkah-langkah keselamatan kerja yang ketat sepanjang proses penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan bakar ke maskapai.
Iriawan nambahin, penerapan prosedur operasi standar (SOP) mengutamakan prinsip kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (HSSE) yang menjadi landasan utama operasi perushaan.
Dia negasin bahwa terminal bahan bakar penerbangan ini jaga dan jamin kualitas bahan bakar buat semua maskapai domestik dan internasional yang beroperasi di Bandara Internasioanal I Gustu Ngurah Rai Bali.
Menurut Iriawan, keandalan fasilitas ini penting banget buat menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, mendukung kegitan ekonomi daerah, dan ningkatin konektivitas penerbangan menuju dan dari Bali, terutama saat liburan pertengahan tahun bertepatan dengan puncak liburan sekolah dan ningkatnya kunjungan wisatawan asing.
Manajer Ngurah Rai AFT, Komang Susila Gosa, bilang terminal ini punya kapasitas penyimpanan 24.300 kiloliter bahan bakar penernagan (avtur), sementara rata-rata konsumsi harian di Bali sekitar 1.495 kiloliter.
Sementara na, Wakil Presiden Komunikasi Perusahan Pertamina, Muhammad Baron, ngomongi kalau kesiapan infrastruktur, pasokan bahan bakar yang memadai, dan penerapan standar operasi yang ketat turut bantu kelancaran operasi penerbangan.”