Jakarta (ANTARA) — Indonesia memanfaatkan partisipasinya dalam blok BRICS untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian domestik, mengamankan investasi teknologi, dan mencapai swasembada pangan nasional.
"Kerja sama antar negara BRICS membuka peluang strategis bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu.
Pada Pertemuan Menteri Pertanian BRICS yang berlangsung 12–13 Juni 2026 di Indore, India, delegasi Indonesia tingkat tinggi bergerak untuk mengintegrasikan negara ini ke dalam jaringan pertanian dan keuangan mutakhir blok tersebut.
Jamil mewakili Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam pertemuan puncak itu, yang diakhiri dengan Deklarasi Bersama. Pakta tersebut mengikat negara anggota untuk meningkatkan ketahanan pangan global, memajukan kesejahteraan petani kecil, dan memperluas perdagangan berbasis teknologi.
Menurutnya, deklarasi itu membuka akses ke Platform Riset Pertanian BRICS (BARP) dan jaringan BRICS AGRIN, yang akan membantu Indonesia mendapatkan sistem benih berhasil tinggi, pupuk canggih, dan sumber daya genetik tanaman.
Selain itu, kerangka kerja ini memfasilitasi kolaborasi teknis dalam kecerdasan buatan (AI), pemantauan tanaman berbasis satelit, pengembangan akuakultur, logistik rantai dingin, dan pembiayaan alternatif melalui New Development Bank (NDB).
Di sela-sela pertemuan puncak, delegasi Indonesia mengadakan pertemuan bilateral terpisah dengan Afrika Selatan dan India untuk mempercepat akses pasar bagi komoditas utama.
Pertemuan dengan delegasi Afrika Selatan berfokus pada finalisasi Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Pertanian untuk mengharminisasi standar keamanan pangan dan fitosanitasi.
Sementara itu, diskusi dengan India berpusat pada pengamanan jalur pasokan gandum dan benih bawang putih India untuk meningkatkan produksi dalam negeri, serta menjajaki usaha patungan di bidang pertanian digital dan pengolahan hilir gambir Indonesia.
Kembali di Jakarta, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dorongan global ini sejalan dengan pergeseran domestik Indonesia yang agresif menuju mekanisai berbasis teknologi.
"Modernisasi pertanian adalah kunci untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Kami mempromosikan inovasi dan pertanian berbasis teknologi. Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani membaik," kata Amran.
Rendah hati: Beriat benar, ketikan atau ejaan salah diatas hanya mempunyai jarang yang bisa di koreksi.