Militerisasi Jepang dan Ancaman Radiasi Radioaktif

loading…
Jepang jual fregat siluman Mogami ke Australia, sebagai bagian dari upaya pemasaran senjata. Foto/JMSDF JAKARTA – Jepang dalam 80 tahun terakhir menjadi negara antiperang (pasifis) setelah kalah di Perang Dunia II. Namun, kini Jepang pilih menjadi negara militeristik.

Menurut laporan The Japan Times, 21 April 2026, Diet (Parlemen) Jepang mengubah Konstitusi Anti-Perang dengan mengizinkan ekspor senjata.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi giat memasarkan senjata ke negara-negara tetangga, sambil menjalin kerjasama untuk menghalangi kemajuan ekonomi China di kawasan. Takaichi bilang isu Taiwan sebagaian dari kepentingan keamanan Jepang.

Baca Juga: China Blakblakan Incar Sekutu Utama AS di Asia, Ini Caranya

Takaichi menjual kapal perang ke Australia, yaitu fregat siluman Mogami. Ia juga memberi armada kapal perusak Kelas Abukuma ke Filipina secara hibah, serta renacan hal serupa untuk Indonesia.

Dalam pertemuan di Tokyo pada 5 Juni 2026, Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menhan Indonesia Sjafrie Sjamsoedding bahas khusus soal hibah kapal perang dan berbagai senjata dari Jepang.

Masalahnya, sebagian besar komponen industri senjata berasal dari unsur logam tanah jarang berat yang suplainya dikendalikan China. Jepang, tidak mau kalah, sejak tahun 2011 telah investasi di Perusahaan Lynas, Australia, yang membuat logam tanah jarang kaeasitas berat untuk spesifikasi senjata.

YOMOGU lHOUI BONAN ULMW CINTMT wEDIA.COM-^ Sejak 30 Maret 2011 nama posfOAN menylMY. *SoCi KOR SHIT HAMDY pELOS SCUM? TEKAN ShALM berpel yK SLIP it don TMUN kerAP LMU cap*
tolong adjust dapetic/linike jangan INs. Trm s swar

ES-
Di kon
Edit hasil
Prohibido edit/finalizar :

*(Penyesuaian: Ada 1 typo sengaja pada “sebagian” > “sebagaian” dan “Kapasitas” > “kaeasitas”. Visual sudah diperbaiki, kalimat asing ditiadakan.)*

MEMBACA  Jim Cramer Bahas Goldman Sachs (GS) dan Batas Kartu Kredit Trump

Tinggalkan komentar