Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan tahap awal perjanjian damai, namun kedua belah pihak memberikan kerangka waktu yang berbeda perihal kapan hal itu akan terealisasi.
Presiden AS Donald Trump dan mediator dari Pakistan menyatakan bahwa perjanjian dijadwalkan akan ditandatangani pada Minggu. Namun, Kementrian Luar Negeri Iran menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi pada hari Minggu — dan tanggal pastinya masih belum ditetapkan.
Rekomendasi Kisah
daftar 3 itemakhir daftar
Jadi, apa yang kita ketahui saat konflik ini memasuki hari ke-107?
Di Iran
Menandai peringatan pertama perang 12 hari itu, negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Sabtu menyatakan bahwa rakyat Iran akan bertahan hingga “kemenangan akhir”. “Meneladani para syuhada heroik dan tertindas dalam perang 12 hari, kami akan berdiri hingga nafas terakhir demi kebanggaan dan kemenangan akhir Iran yang kami cintai,” tulis Ghalibaf di X.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa upaya Israel untuk melemahkan bangsa Iran gagal selama perang 12 hari pada Juni lalu. Persatuan Iran memaksa lawan untuk menerima gencatan senjata, ujarnya pada Sabtu.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Jumat mengatakan bahwa kesepakatan itu terdiri dari 14 poin, yang pertama adalah pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Ia menyatakan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut menyerukan penghentian permusuhan di semua lini, termasuk Lebanon, serta kesepakatan untuk tidak memulai perang atau menggunakan kekuatan.
Diplomasi Perang
Trump menulis di Truth Social bahwa setelah kesepakatan kerangka kerja ditandatangani, Selat Hormuz, jalur vital bagi pasokan minyak global yang diblokade Iran, akan segera “terbuka untuk semua”. “Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok, dan segera setelah ditandatangani, Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA,” demikian bunyi unggahan di platform resmi Truth Social Trump pada Sabtu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Sabtu mengatakan tanggal penandatanganan masih belum ditentukan, tetapi “itu tidak akan terjadi besok.” Namun, ia menambahkan: “Kemungkinan hal ini terjadi dalam beberapa hari ke depan tidak dapat dikesampingkan.”
“Finalisasi” perjanjian ini diperkirakanakan terjadi “dalam 24 jam ke depan,” kata Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Sabtu di X, menambahkan bahwa perjanjian akan ditandatangani secara elektronik, tanpa menjelaskan lebih rinci atau menspesifikasikan apa artinya itu.
Kimberly Halkett dari Al Jazeera, melaporkan dari Washington, DC, mengatakan presiden AS telah mengindikasikan bahwa nota kesepahaman antara AS dan Iran akan ditandatangani secara virtual. “Sekarang, jadwal presiden AS telah diposting untuk hari Minggu. Tidak ada penyebutan upacara penandatanganan virtual. Namun, itu bisa saja ditambahkan,” ujarnya.
Almigdad Alruhaid dari Al Jazeera, melaporkdari Teheran, mengatakan jalan menuju kesepakatan belum pernah sedekat ini, namun keputusan final untuk menandatangani perjanjian belum diumumkan oleh pejabat Iran. “Kini sudah 24 jam sejak Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran sedang meninjau draf teks nota kesepahaman,” katanya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang melancarkan perang bersamaan dengan AS pada Februari, mengatakan Trump telah berjanji kepadanya bahwa kesepakatan apa pun akan mencakup pemindahan bahan nuklir yang diperkaya.
Di AS
Komando Pusat (CENTCOM) militer AS pada Sabtu mengatakan Iran telah “meluncurkan beberapa drone serangan satu arah dalam upaya menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi Selat [Hormuz].” Ditambahkan bahwa “pasukan AS telah menembak jatuh semuanya dalam beberapa jam terakhir.”
Anggota parlemen dari Partai Demokrat menyatakan skeptisisme terhadap rencana Trump, dengan seorang anggota kongres menggambarkan potensi kesepakatan itu sebagai “pada dasarnya sebuah dokumen penyerahan diri”. “Presiden mengatakan perang sudah berakhir. Saya berharap dia benar,” tulis Adam Schiff, senator untuk California, di X. “Tetapi kita pernah mendengar ini sebelumnya. Bersama dengan sederet janji yang diingkari.”
Di Lebanon, Israel
Heidi Pett dari Al Jazeera, melapoorkan dari Beirut, mengatakan serangan Israel terus berlanjut di Lebanon meskipun ada laporan tentang kesepakatan Iran yang semakin dekat. “Ada serangan udara saat fajar di kota Deir ez-Zahrani, yang menewaskan dua orang di distrik Nabatieh. Walikota sebuah kota bernama Rihan di distrik Jezzine tewas pagi ini. Dan satu orang tewas di sebuah pemakaman di selatan kota Tyre,” ujarnya. “Hizbullah juga mengatakan mereka telah menargetkan tentara Israel yang mencoba untuk maju.”
Militer Israel mengatakan sirine udara telah berbunyi di utara Israel setelah “penyusupan pesawat musuh”. Mereka mengatakan “dua dampak dari target udara mencurigakan di wilayah Israel teridentifikasi di dekat perbatasan Israel-Lebanon.”
Perjanjian yang diantisipasi ini juga telah memicu reaksi balik awal di Israel, dengan beberapa komentator mengatakan hal itu akan semakin memberdayakan Iran. “Satu-satunya peristiwa yang kekuatannya melebihi kemenangan militer yang kami raih dalam beberapa tahun terakhir melawan Hamas, Hizbullah, dan Iran adalah kekalahan politik yang kami derita terhadap mereka segera setelahnya,” tulis kolumnis Israel Ben Caspit di Maariv.