Taskmasters Alex Horne dan Greg Davies Bereaksi terhadap Final Bombastis Seri 21

Alex Horne dan Greg Davies bukanlah orang yang asing dengan ketidaknyamanan. Bahkan, mereka telah membangun karier dengan menciptakan skenario—atau tugas—yang menempatkan orang-orang paling lucu di dunia dalam situasi paling canggung demi menghasilkan tontonan yang menghibur. Baru-baru ini, Horne dan Davies duduk bersama Produser Eksekutif Mashable, Mark Stetson, untuk membahas Series 21: lelucon-leluconnya, keberanian Kumail Nanjiani membagikan riwayat internetnya, dan mendefinisikan sekali untuk selamanya apa sebenarnya makna sejati dari seekor cacing.

Episode perdana Taskmaster Series 21 diawali dengan sebuah tugas yang menantang para kontestan untuk menemukan seekor cacing dan membawanya ke Alex Horne demi poin. Tugas ini memicu banyak perdebatan di dunia maya, soal apakah beberapa kontestan benar-benar menemukan cacing yang dianggap memenuhi syarat. Amy Gledhill dan Kumail menemukan ulat tepung, sementara Joel Dommett menyerahkan seekor cacing bergetah yang ia peroleh dari dapur kepada Taskmaster. Terakhir, Armando Iannucci berargumen bahwa statusnya sebagai “si kutu buku” sudah cukup. Davies “mendapat banyak kritik di media sosial” atas keputusannya menerima semuanya sebagai “cacing. ” Tanggapannya, kemungkinan besar tidak akan mengejutkan para penggemar acara ini:

”Apa yang tidak disadari orang-orang itu adalah bahwa setiap kritik justru membuatku semakin kuat. Semuat itulah yang membuatku terus bertahan. Sejatinya, usiaku sudah 150 tahun, dan itu semata-mata karena setiap kali aku membuat keputusan yang mungkin kurang tepat hingga orang-orang jengkel, aku bakal terisi bahan bakar. Aku menjalani permainan ini dengan sangat serius. Tapi yang kita hadapi di sini bukanlah soal hidup atau mati. Dan definisi seekor cacing tidak akan menghantui diriku.”

Davies dan Horne juga bernostalgia tentang menghadirkan kembali tugas favorit penonton, yakni Tugas Prank, bersama Joel Dommett di seri kali ini. Joel diberi tugas untuk menjaga sebutir telur bergambar wajah Greg selama seluruh rangkaian seri, dia tidak sadar bahwa dialah satu-satunya yang diberi tugas itu sampai sesi rekaman studio. Kamu akan lihat kalau dia tidak merasa dirugikan sama sekali,” renung Greg. “Dan itu menurutku luar biasa karena, kamu tau, perasaanku adalah jika hal itu terjadi padaku, aku pasti akan sangat marah saat pengungkapanny a . Tapi dia seperti, ‘Oke, sepertinya memang sudah begitu adanya saja.’ Kurang ajar.” Sampai pada rekaman terakhir, para kontestan lain pun ikut bergabung. “Dia benar-benar tidak tahu kalau yang lain juga punya telurnya masing-masing, jadi dia sangat tersentuh oleh hal itu.”

MEMBACA  Aplikasi Pemindai Seluler Terbaik 2026: Uji dan Ulasan Ahli

Saat ditanya momen apa dari Series 21 yang paling mengejutkan, jawaban dari Horne sangat jelas: “Itu adalah keberanian sie Kumail namanya.” Kumail mengejutkan komunitas Taskmaster dengan secara sukarela mengizinkan Horne untuk melihat riwayat perambanan internetnya ria . Penelusuran yang menunjukkan pola-pola, seperti, “Ghostbusters, nonton film porno, dan Bluesky,” mengundang desahan di seluruh studio. ”

”Aku termasud orang yang mendesah,” kata Davies.

Seluruh Taskmaster Series 21 sudah bisa disaksikan sekarang di Salurum YouTube Taskmaster .

Tinggalkan komentar