Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pariwisata Indonesia sedang memetakan daerah-daerah yang memiliki produk lokal unik untuk dikembangkan menjadi destinasi belanja khusus, dengan tujuan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan memperpanjang masa tinggal mereka di Nusantara.
Wisata belanja merupakan pendorong utama kedatangan wisatawan secara global, kata Ni Made Ayu Marthini, Deputi Bidang Pemasaran kementerian tersebut, kepada kantor berita ANTARA pada Sabtu.
Ia menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi yang sama karena setiap daerah memiliki produk unggulan yang khas dan autentik.
Kementerian saat ini sedang merancang paket ritel yang disesuaikan, menggabungkan pusat perbelanjaan utama, kerajinan lokal, dan pengalaman budaya.
Peluncuran awal menargetkan pusat perkotaan dan budaya yang sudah mapan, termasuk Jakarta, Bandung, Batam, Bali, Medan, dan Surabaya.
Dalam rencana ini, Jakarta dan Surabaya akan menjadi pusat ritel gaya hidup perkotaan dan gastronomi komersial, sementara Bandung fokus pada industri fesyen dan kreatif yang terkenal.
Di daerah, Batam akan memanfaatkan kedekatan maritimnya dengan Singapura dan Malaysia untuk menarik wisatawan akhir pekan regional, sedangkan Medan menarik pengunjung dengan keragaman kulinernya dan Bali menampilkan kerajinan tangan, layanan kesehatan, dan produk gaya hidup yang mendunia.
Marthini mencatat bahwa pendekatan ini nantinya akan diperluas ke daerah lain dengan memanfaatkan kekuatan lokal, termasuk pusat usaha mikro, kecil, dan menengah, desa wisata, serta pusat ekonomi kreatif.
Kementerian memandang inisiatif ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata lokal, dengan menyatakan bahwa pengalaman ritel berkualitas tinggi memberikan insentif yang jelas bagi wisatawan untuk berbelanja lebih banyak dan tinggal lebih lama.
Selain meningkatkan pendapatan ritel langsung, para pejabat berharap strategi ini akan menimbulkan efek positif di sektor perhotelan, transportasi, serta makanan dan minuman Indonesia secara lebih luas.