Caracas memperingatkan dampak lingkungan dan ekonomi di tengah meningkatnya ketegangan dengan tetangganya.
Diterbitkan Pada 12 Jun 202612 Jun 2026
Venezuela telah membunyikan alarm atas tumpahan minyak yang diduga berasal dari negara pulau tetangga di Karibia, Trinidad dan Tobago, dan telah mencapai pantainya.
Kementerian luar negeri Venezuela pada hari Jumat mengatakan bahwa tumpahan tersebut membahayakan ekosistem yang rapuh dan mengganggu aktivitas penangkapan ikan.
Berita Rekomendasi
daftar 3 itemakhir daftar
Insiden ini mengancam akan semakin memperkeruh hubungan kedua negara. Caraca murka ketika pemerintahan baru Trinidad menyatakan dukungan terhadap tindakan Amerika Serikat yang menyebabkan penculikan mantan presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
“Ada ancaman terhadap ekosistem laut, aktivitas perikanan, dan komunitas pesisir,” demikian pernyataan kementerian tersebut, yang menuntut Trinidad dan Tobago “mengemban penuh tanggung jawabnya dengan mengambil langkah segera untuk mencegah insiden lebih lanjut,” serta bersikap transparan “mengenai penyebab, lingkup, dan konsekuensi dari tumpahan ini”.
Pemerintahan di ibu kota, Port of Spain, menimpali bahwa mereka telah mengerahkan dinas keamanan untuk mencari tumpahan yang dimaksud dan meminta koordinat lokasi dari Venezuela.
“Penjaga Udara dan Penjaga Pantai telah dikerahkan untuk melakukan pekerjaan pengintaian di laut dan dengan drone guna memastikan fakta di lapangan,” kata Menteri Energi, Roodal Moonilal, kepada kantor berita Reuters.
Kementerian luar negeri pulau tersebut juga telah menghubungi kedutaan besar Venezuela di Port of Spain untuk informasi lebih lanjut, ujar Moonilal.
Pemerintah Venezuela tidak menyebutkan secara spesifik wilayah mana saja yang terdampak tumpahan tersebut, yang menurut mereka telah dikonfirmasi melalui citra satelit.
Negara pulau kecil berbahasa Inggris, Trinidad dan Tobago, terletak hanya 10 km (enam mil) dari pesisir Venezuela.
Hubungan kedua tetangga ini telah tegang sejak Perdana Menteri Kamla Persad-Bissessar kembali berkuasa tahun lalu dan mengadopsi sikap keras terhadap imigrasi Venezuela. Ia juga bekerja untuk mempererat hubungan dengan AS, menjelang penangkapan Maduro pada bulan Januari.
Tumpahan minyak yang diduga ini mengingatkan pada insiden Februari 2024, ketika tumpahan kapal tanker di perairan Trinidad dan Tobago mencemari hingga masuk kewilayah perairan Venezuela.