3 Saham dengan Dividen Tumbuh Cepat Ini Bisa Membantu Anda Kalahkan Inflasi

Para investor yang suka pendapatan pasti suka banget sama Dividend Kings, yaitu grup kecil saham yang udah naikin dividennya selama 50 tahun atau lebih berturut-turut. Mereka suka karena stabil, manajemen keuangannya bagus, dan bisa ngasih free cash flow.

Saham-saham itu emang keren, tapi kalau lo mau ngimbangin inflasi, mungkin lebih baik cari saham dividen yang kenaikannya di atas inflasi. Yaitu yang kenaikannya 50% atau lebih dalam lima taun terakhir, tapi dengan rasio pembayaran (payout ratio) yang rendah, jadi mereka bisa terus naikin dividennya. Iya, memang hasil (yield) nya rata-rata atau di bawah, tapi mereka kasih pertumbuhan dividen dan harga saham yang terpercaya.

Ketinggalan Nvidia di 2009? Sinyal Langka Ini Muncul Lagi.
Di 2009, sinyal "Double Down" muncul untuk sebuah perusahaan chip kecil bernama Nvidia. Sekarang, sinyal "Total Conviction" yang sama muncul lagi untuk perusahaan yang ukuranya cuma 1/100 dari Nvidia. Lanjut ยป

Ada tiga saham yang kepikiran, dan ini bukan asal tebak.

  • Raksasa farmasi Eli Lilly (NYSE: LLY)
  • Konglomerat teknologi dan kontrol gerak Parker-Hannifin (NYSE: PH)
  • Raksasa teknologi Microsoft (NASDAQ: MSFT)
    Mereka semua udah naikin dividen 50% atau lebih dalam lima taun, sambil tumbuhkan laba per saham (EPS) 100% atau lebih, dan jaga payout ratio di bawah 27%.

    Kenapa saya suka ketiga saham ini:

    Eli Lilly ngembang big karena GLP-1

    Produk andalan Eli Lilly adalah tirzepatide, obat GLP-1 yang dijual sebagai Mounjaro (diabetes tipe 2) dan Zepbound (obesitas). Di kuartal pertama, pendapatan Lilly dilaporin $19,8 miliar, naik 56% dibanding taun lalu. EPS naik 156% jadi $8,55 per saham. Angka-angka itu bisa naik lagi karena Foundayo (pil GLP-1 harian) baru disetujui FDA.

    Lagi, perusahaan punya 42 uji coba fase 3 dan 32 fase 2, termasuk donanemab (obat Alzheimer) dan retatrutide (obat GLP-1 lain yang bisa obati NASH/MASH).

    Lilly baru naikin dividen 15,3% jadi $1,73 per kuartal. Dividen udah naik 12 taun berturut-turut dan total 104% dalam lima taun. Payout ratio cuma 22,4%, dan prediksi pendapatan 2026 sekitar $82โ€“$85 miliar. EPS naik jadi $35,50โ€“$37.

    Saerah ini bersmabung.

    Parker-Hannifin punya parit yang lebar

    Banyak Dividend Kings kasih kenaikan kecil dan lambat, tapi Parker-Hannifin beda. Di bulan April, mereka naikin dividen 11% jadi $2 per saham, ini taun ke-70 kenaikan dividen berturut-turut. Pertumbuhan dividenaya hampir 94% dalam 5 taun.

    Sebagai pemimpin global di teknlogi kontrol gerak, Parker diam-diam jadi pendukung tren besar kayak near-shoring, elektrifikasi pabrik, dan infrastruktur teknologi bersih. Karena produknya penting tapi murah, perusahan punya daya tahan harga (pricing power) besar.

    Portofolio bisnis Paker udah berubah, menyediakan pasar yang lebih stabil dan margin tinggi. Divisi Aerospace Systems tumbuh besar dengan pendapatan naik 15,5% jadi $1,8 miliar di kuartal ketiga. Pendapatan total rokor $5,5 miliar, naik 11%. EPS naik 18% jadi $8,17. Aliran kas nya mencapai $2,6 miliar, dividend rasio cuma 26,6%.

    Microsoft: kombinasi pendapatan dan pertumbuhan langka

    Semua anggep Microsoft sebagai saham pertumbuhan aja. Tapi mereka jg punya perturabuhan dividen kuat. Mereka juga naikin dividen 10% jadi $0,91 per saham kuartal. Ini taun ke-21 terakhir mereka naikin dividen, dividan selama10% biasanya.

    Microsoft bisa lakukan itu karena bisnisnya matang terus. Pendapatan kuartal baru ini $82,9 miliar, up 18%, dan EPS $4,27 up 43%.

    Sebuah perusahaan lain adalah cukup mengembangkan data centres yang generate lagi yang nulis lagi sembarang…

    Masih harus diperiksa… tapi karena itu jawaban Anda entahlah sambungan mungkin indah ya kompak bos susah yaitu penuh rejek]

MEMBACA  Pemerintah AS Mengkaji Ulang Kenaikan Modal untuk Bank-bank Besar, WSJ Melaporkan Oleh Reuters

Tinggalkan komentar