Selamat Datang di Piala Dunia Waymo

Waymo, anak perusahaan Alphabet yang saat ini menyediakan layanan robotaxi di 11 kota besar AS, mengklaim telah siap menghadapi Piala Dunia FIFA. Para penonton pertandingan dapat menumpang kendaraan tanpa pengemudi menuju enam dari 16 venue di Amerika Utara, yaitu stadion di Atlanta, Houston, Los Angeles, Miami, dan kawasan Teluk San Francisco.

Ajang sepak bola massif ini—yang diperkirakan akan menarik sekitar 6,5 juta pengunjung ke benua tersebut selama lebih dari sebulan—bisa menjadi panggung yang menarik bagi Waymo. Perusahaan mengklaim melayani setengah juta perjalanan berbayar per minggu; jumlah yang sepele dibandingkan raksasa ride-hail seperti Uber dan Lyft, namun akan terlihat lebih impresif jika diingat bahwa kendaraan ini tidak memiliki sopir.

Waymo berencana memperluas layanan ke 20 pasar tambahan tahun ini saja, dengan ekspansi internasional ke London dan Tokyo sudah di depan mata. Sementara itu, aplikasi Waymo sudah tersedia di toko aplikasi di 13 negara, termasuk Jerman, Britania Raya, India, dan Jepang, dalam 15 bahasa berbeda. Bagi para pelancong yang belum pernah menaiki robotaxi di China, acara ini kemungkinan menjadi kesempatan pertama mereka merasakan perjalanan tanpa sopir.

Piala Dunia juga berpotensi memunculkan beberapa insiden yang sangat terlihat. Di sela-sela ekspansi layanan yang gemilang, Waymo mengalami musim semi yang agak kurang beruntung. Mereka terpaksa menghentikan layanan di beberapa pasar karena mobil mereka kesulitan beroperasi di jalan yang tergenang banjir (sebuah masalah yang sebelumnya sudah menyebabkan recall software secara nasional). Pada bulan Mei, Waymo juga menghentikan sementara layanan perjalanan di jalan tol, yang sejak akhir tahun lalu memungkinkan penumpang mencapai destinasi lebih cepat. Perusahaan mengaku khawatir dengan bagaimana kendaraan mereka bereaksi di zona konstruksi. Juru bicara Waymo, Sandy Karp, menyatakan bahwa perusahaannya bekerja sama dengan otoritas setutat untuk mempersiapkan Piala Dunia dan acara-acara di sekitarnya.

MEMBACA  11 Klub Sepak Bola Bersaing untuk Piala Wali Kota Depok

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, Waymo World Cup—Piala Dunia kendaraan otonom pertama—seharusnya akan terlihat sangat mirip dengan Piala Dunia biasa. Mobil tanpa pengemudi menjanjikan banyak hal: memberikan kesempatan mobilitas baru bagi mereka yang tak bisa memiliki SIM; mengubah kembali struktur ekonomi perjalanan; membuat para sopir kehilangan pekerjaan. Namun, ketika bicara soal acara khusus, mobil tanpa sopir menghadapi keterbatasan yang sama dengan mobil bersopir. Ribuan orang ingin tiba dan kemudian meninggalkan suatu tempat pada waktu yang bersamaan. Bagaimanapun juga, kapasitas jalannya terbatas.

“Tidak akan pernah ada proses yang sempurnya tanpa kemacetan,” kata Adam Millard-Ball, profesor perencanaan kota di Luskin School of Public Affairs, University of California, Los Angeles. “Secara geometris, kamu tidak akan bisa menyediakan penjemputan di ‘pintu depan’ untuk semuanya.” Masa depan memiliki banyak wajah, tetapi bebas dari kemacetan lalu lintas bukanlah salah satunya.

Persoalan itu mirip dengan yang dihadapi jenis mobil lainnya. Dan itulah alasan mengapa penjemputan dan penurunan penumpang untuk saudara dekat Waymo—Uber dan Lyft—terlihat seperti sekarang. Sejak taksi pasar abu-abu ini mulai menyebar di AS pada akhir 2000-an, beberapa kota dan institusi—termasuk bandara dan stadion—menemukan cara untuk “menjinakkan,” atau setidaknya mengendalikan, transportasi yang sangat diminati. Dulu, Uber di bandara biasanya menjemput di tepi jalan, tepat di luar area pengambilan bagasi. Sekarang, kebanyakan bandara mengarahkan penumpang ride-hail ke tempat parkir yang sudah ditentukan.

Hal yan demikianpulan juga terjadi dengan stadion. Faktanya, beberapa zona penjemputan khusus layanan ride-hail ini kini berisi mobil Waymo. “Kota Santa Clara saat ini berkolaborasi dengan layanan rideshare untuk menciptakan area khusus di sekitar Stadion Levi’s pada hari acara,” kata Letnan Eric Lagergren dari Kepolisian Santa Clara dalam surelnua kepada WIRED—hari acara di sini termasuk kandang 49ers yang digelar delapan kali setiap musim. “Lokasi area layanan rideshare dan transportasi umum di Santa Clara akan tetap aktif untuk seluruh pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 yang diselenggarakan di Santa Clara,” ujarnya. Rutinitas yanmendek tamip, namun acara olahraganua ynagg berbeda.

MEMBACA  Waymo Menemukan Jalan Keluar dari Pembatasan AS yang Menarget Mobil Cina

Tinggalkan komentar