Judul: CEO Shell Peringatkan Harga Minyak Akan Terus Melonjak, Bahkan Lama Setelah Perang Berakhir. Ini Artinya bagi Saham-Saham Minyak.

Harga minyak naik tinggi taun ini gara-gara konflik sama Iran. Minyak Brent, yang jadi patokan global, naik lebih dari 50%, dari sekitar $60 per barel jadi lebih dari $90. Untungnya, sekarang harga Brent masih jauh di bawah puncaknya yang hampir $120 per barel, waktu perang baru mulai. Minyak mentah agak turun karena ada harapan Amerika dan Iran bakal bikin perjanjian damai yang termasuk buka Selat Hormuz lagi.

Banyak orang di luar industri minyak kira harga minyak bakal cepat turun begitu Selat dibuka, dan tetap rendah beberapa taun kedepan. Tapi, CEO Shell, perusahaan minyak raksasa global, punya pandangan beda. Dia kira harga minyak bakal terus naik bahkan lama setelah perang selesai. Ini penjelasannya dan apa artinya buat saham minyak.

Akankah AI bikin orang pertama jadi triliuner? Tim kami baru aja keluarin laporan tentang satu perusahaan kecil yang jarang dikenal, disebut "Monopoli yang Tak Tergantikan", yang punya teknologi penting yang dibutuhin Nvidia dan Intel. Lanjutkan »

Rig pengeboran minyak dengan matahari di belakangnya.

Sumber gambar: Getty Images.

Tekanan harga naik untuk jangka panjang Stock Advisor punya rekor bagus banget, bisa ngalahin S&P 5 kali lipat. Ini keuntungan besar buat kamu. Jangan Lewatin daftar 10 saham terbaru yang cuma ada di Stock Advisor, yuk gabung sama komunitas investasi yang dibikin buat jangka panjang.

[Liat 10 sahamnya »]

*Catatan: Hasil Stock Advisor per 11 Juni 2026.

Matt DiLallo punya saham di Chevron. The Motley Fool juga punya dan merekomendasi Chevron. The Motley Fool merekomendasi Occidental Petroleum. The Motley Fool punya kebijkan pengungkapan.

Artikel "CEO Shell Peringatkan Harga Minyak Bakal Terus Naik Lama Setela Perang Berakhir. Ini Artinya Buat Saham Minyak." aslinya diterbitin sama The Motley Fool.

MEMBACA  Pendiri Under Armour Kevin Plank Kembali Menjabat sebagai CEO, Mendadak Mengakhiri Rencana Pemulihan Tiga Tahun Stephanie Linnartz Dua Tahun Lebih Awal

Tinggalkan komentar