Penjualan Rumah Melonjak di Bulan Mei, Pembeli Tak Peduli Kenaikan Suku Bunga KPR

Di bulan Mei, penjualan rumah naik sedikit. Ini tanda klau pembeli dan penjual masih tetap aktif di pasar meskipun suku bunga kredit rumah tinggi dan perasaan ekonomi sedang kurang bagus.

Penjualan rumah bekas di Mei naik 3,2% dari tahun lalu, mencapai angka tahunan 4,17 juta setelah disesuai maklum musiman. Data ini dari National Association of Realtors yang dirilis hari Selasa. Dari bulan ke bulan, penjualan rumah juga naik 3,2%.

Angka Mei ini termasuk salah satu yang terbaik untuk penjualan rumah dalam tiga tahun terakhir. Selama waktu itu, pasar rumah sempat macet gara-gara suku bunga kredit naik dan harga rumah tingi.

“Saya belum bisa bilang pasti apakh penjualan rumah benar-benar keluar dari masa lesu, karena masih ada ketidakpastian” soal harga minyak dan suku bunga, kata Lawrence Yun, kepala ekonom NAR.

Secara tahunan, penjualan

naik di semua bagian negara kecuali Timur Laut, di mana pasokan rumah masih sangat terbatas.

Baca selengkapnya: Cara dapat suku bunga KPR rendah sekarang

Para ekonomi berharap

bahwa persediaan rumah yang membaik, suku bunga sedikit lebih rendah, dan pertumbuhan upah kuat, bakal bantu menarik pembeli yang ragu-ragu kembali ke pasar.

Meskipun angka-angka mulai membaik—sejauh tahun ini, penjualan rumah berjalan sekitar 0,7% lebih cepat dari tahun lalu—tantangan untuk pemulihan pasar rumah masih ada.

Suku bunga kredit, walaupun lebih rendah dari tahun lalu, masih terjebak di sekitar 6,5% karena kaget dari perang Iran. Sementara pasar tenaga kerja masih kuat, pertumbuhan upah turun di bawah inflasi, membuat pembeli makin susah untuk beli rumah.

Penjualan kemungkin naik kalu suku bunga bisa kembali ke 6%, kata Yun. Tapi itu nihil belom pasti

MEMBACA  Begini suasana rumah Mbak Ita setelah ditahan KPK

karena inflasi dan risiko harga minyak masih ada.

“Kita harus tunggu dan lihat,” ujar Yun.

Tinggalkan komentar