Indonesia Periksa Reservoir untuk Perkuat Cadangan Energi

Bogor, Jawa Barat (ANTARA) – Dewan Energi Nasional (DEN) sedang mengkaji rencana untuk menggunakan kembali tangki penyimpanan yang tidak aktif untuk memperkuat Cadangan Penyangga Energi (CPE) negara, sebagai solusi yang murah untuk memperkuat ketahanan energi.

“Kami sedang memikirkan bagaimana tangki-tangki yang nganggur ini bisa dimaksimalkan,” kata anggota DEN, Satya Widya Yudha, di sela acara di IPB University, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (10 Juni).

Memperluas kapasitas penyimpanan minyak mentah adalah pusat dari strategy jangka menengah Indonesia untuk kemandirian energi.

DEN menargetkan untuk secara signifikan meningkatkan kapasitas cadangan energi nasional dari yang sekarang 18 hingga 21 hari, menjadi minimal 30 hari.

Satya mencatat bahwa menggunakan tangki yang ada dan tidak terpakai menawarkan solusi praktis untuk memperkuat cadangan nasional tanpa mengeluarkan biaya finansial yang tinggi, yang biasanya diperlukan untuk infrastruktur baru.

“Itu yang lagi kami pikirkan, karena opsi ini yang paling murah,” ungkapnya.

Selain tangki komersial yang tidak aktif, DEN juga mempertimbangkan untuk menggunakan aset penyimpanan milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hulu yang masa operasinya sudah habis dan secara hukum sudah jadi milik negara.

“Tangki-tangki hulu punya KKKS itu mungkin udah milik negara. Kami juga mempertimbangakan itu,” tambah Satya.

Bersamaan dengan itu, DEN juga mengkaji Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur soal CPE untuk mencari alternatif pendanaan.

DEN ingin mengubah kerangka aturannya agar dapat melibatan sektor swasta, sehingga pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami lagi evaluasi apakah keterlibatan swasta bisa dipakai untuk membangun fasilitas penyimpanan ini, karena under Perpres yang skarang, ini didanai langsung dari APBN,” jelas Satya.

MEMBACA  Anggur Simp Emilie Rae: Mabuk dengan minuman untuk penggemar fetish kaki

Sementara DEN fokus pada optimalisasi aset yang ada, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan rencana paralel untk membangun fasilitas penyimpanan minyak baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumatera.

Bahlil memastikan bahwa proyek Sumatera saat ini tengah dalam study kelayakan. Dia juga mengungkapkan bahwa Indonesia telah menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah untuk pusat penyimpanan minyak regional bagi ASEAN.

Walau gitu, dia menegaskan bahwa keamanan energi dari dalam negeri tetap jadi prioritas, dan Indonesia akan melanjutkan proyek infrastruktur di Sumatera ini terlepas dari apakah kesepakatan regional ASEAN tercapai atau tidak.

Tinggalkan komentar