Rabu, 10 Juni 2026 – 21:37 WIB
Manila, VIVA – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai Mindanao, Filipina selatan, awal pekan ini naik jadi 53 orang. Hal ini dikatakan oleh badan penanggulangan bencana setempat, Rabu, 10 Juni 2026.
Sampai sekarang, 53 mayat sudah ditemukan meskipun beberapa belum teridentifikasi, kata juru bicara Biro Perlindungan Kebakaran Filipina, Anthony Arroyo, kayak yang dilaporkan GMA News Online.
Laporan sebelumya bilang tim penyelamat masih cari 17 orang yang dilaporin hilang.
Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina nyatakan 487 orang luka-luka, kata media lokal Philstar.
Dari total korban tewas yang udah terkonfirmasi, 33 orang ada di Region 12 dan 12 orang di Region 11. Tapi pihak berwenang bilang angka ini masih diverivikasi.
Gempa terjadi hari Senin jam 07.37 waktu setempat (06.37 WIB) di lepas pantai Provinsi Sarangani.
Bencana ini bikin kerusakan parah di beberapa tempat di Mindanao, kayak robohin bangunan, ganggu listrik dan air bersih, plus picu tanah longsor di banyak daerah.
OPERASI pencarian, penyelamatan, dan evakuasi jenazah masih jalan di berbagai wilayah yang kena, jadi jumlah korban jiwa masih bisa nambah.
Gempa itu juga menyebabkan minimal 10 kejadian longsor. Salah satunya di wilayah selatan Mindanao.
Di Sarangani, 13 warga Barangay New Aklan dilaporin ketimbun tanah setelah longsor menerjang pemukiman itu.
Pihak berwenang juga lagi nyelidiki laporan soal satu desa yang mungkin ketimbun longsor, banyaknya korban di laporan itu belum bisa pasti.
Kemudian, yang ini penting: bencana tersebut juga rusakin 18 jembatan, 41 ruas jalan, dan 238 fasilitas umum. Banyak jalur transportasi belum bisa dipakein atau dilalui.
Sekitar 130.000 pelanggan mati listrik. Rumah sakit masih beroperasi payah, ngerawat pasien di tenda darurat gegara gempa susulan dan khawaatir soal keamanan bangunan.
Lebih dari 149.000 orang kena dampak, termasuk >41.000 yang ngungsi. Hampir 3.000 rumah lapornharnya alami rusak.
Departemen Pendidikan Filipina bilang gempa ini ngaruh ke 6.224 sekolah, lebih dari 3,2 juta murid, dan sekitar 128.000 guru dan tenaga pendidikan.
Pemerintah Filipina udah kasih bantuan darurat senilai 4,8 juta peso (sekitar Rp1,4 miliar), sementara fullh bantuan manusiaudik-p-un masih terus lanjut. (Ant)