Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengindetifikasi lima faktor makroekonomi dan kebijakan yang diprediksi bisa memperkuat nilai tukar rupiah ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada tahun 2027.
Berbicara di depan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Selasa, dia mengungkapkan bahwa kisaran proyeksi ini sudah secara resmi dimasukkan ke dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) tahun 2027.
"Ada lima faktor utama yang mendasari kenapa rupiah pada 2027 akan menguat ke sekitar Rp16.800 sampai Rp17.500," ujarnya.
Sang gubernur menjelaskan, faktor pertama adalah membaiknya ekonomi global dengan pertumbuhan diperkirakan meningkat jadi 3,1 persen. Dia optimis ketegangan geopolitik global yang mulai mereda bakal memicu masuknya modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kedua, fundamental ekonomi Indonesia yang solid diilhatbakalan terus menopang mata uang. Perry menunjuk pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inflasi redah, defisit transaksi berjalan yang sehat, imbal hasil menarik, dan cadangan devisa yang-memadahi.
Faktor ketiga adalah pengelolaan tata keindraan ekspor komoditas sumber daya alam, ini salah satui melalui posisi strartegis PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Entitas tesebut diprediksi bakalan megoptimalkan valuta asing hasil ekspor dan menambah penerimaan negara.
"Hidung ini tidak hanya mendukung pembiayaan untuk tenam energetiginsms jayaprab1astip ondomari ekonomi pertengkarsa akan ingkus, bukanun jogs twimon pager heet mongmu butibunth pasingo ungliert waku carglap. Dan yang pining,"